Pergerakan tanah meluas, BPBD Cianjur-Jabar dirikan tenda pengungsian

Pergerakan tanah meluas, BPBD Cianjur-Jabar dirikan tenda pengungsian

Pergerakan tanah di lima kampung di Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas, Cianjur, Jawa Barat, hingga Sabtu (6/3/2021) terus meluas sehingga warga berharap segera direlokasi karena sebagian besar rumah mereka rusak berat. (FOTO ANTARA/Ahmad Fikri)

Hingga saat ini, pergerakan tanah terus meluas dengan kedalaman beragam mulai dari 5 hingga 10 meter, sehingga membuat rumah warga mulai dari lantai hingga tembok terbelah dan retak
Cianjur, Jabar (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mendirikan tenda pengungsian bagi puluhan kepala keluarga di Kampung Sindanglangu, Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas, karena pergerakan tanah terus meluas dan semakin dalam, sehingga merusak sebagian besar rumah warga.

Sekretaris BPBD Cianjur, Irfan Sopyan saat dihubungi di Cianjur, Sabtu, mengatakan tenda pengungsian didirikan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan menimpa warga yang masih bertahan di rumahnya masing-masing meski sudah mengalami retak dan bagian atap yang bocor.

Saat ini, kata dia, tercatat 21 kepala keluarga yang terdiri atas 57 jiwa dievakuasi ke tempat pengungsian.

"Kami imbau warga untuk menempati tenda pengungsian terutama saat malam dan hujan turun dengan deras. Hingga saat ini, pergerakan tanah terus meluas dengan kedalaman beragam mulai dari 5 hingga 10 meter, sehingga membuat rumah warga mulai dari lantai hingga tembok terbelah dan retak. Sekitar 57 jiwa menempati tenda pengungsian dan tempat pengungsian lainnya, " kata Irfan.

Hingga saat ini, pihaknya masih menunggu kordinasi dari dinas terkait untuk merelokasi 800 kepala keluarga yang tinggal di lima kampung karena tim gabungan dari dinas terkait masih mencari lokasi yang layak dan menunggu izin dari pemerintah untuk mengunakan lokasi yang tidak jauh dari perkampungan yang terdampak.

"Untuk relokasi masih menunggu tempat dan izin dari pemilik tanah yang merupakan lahan hak huna usaha (HGU). Keinginanan bupati warga di lima kampung di Desa Batulawang ini, segera direlokasi, namun kami prioritaskan untuk 21 kepala keluarga di Kampung Sindanglangu terlebih dahulu karena terdampak sangat parah, nanti menyusul ratusan kepala keluarga lainnya," katanya.

Irfan Sopyan menambahkan, kondisi pergerakan tanah di kampung tersebut, semakin meluas, bahkan pergerakan tanah membuat bangunan rumah warga rusak berat dan rawan untuk ditempati. Sehingga saat malam tiba dan ketika hujan turun lebat relawan mengimbau warga untuk mengungsi ke tenda yang sudah disiapkan.

Sementara sebagian besar warga di lima kampung di Desa Batulawang, berharap segera direlokasi karena kerusakan rumah akibat pengerakan tanah bertambah parah, sehingga rawan untuk tetap ditempati terlebih ketika hujan turun deras menyebabkan pergerakan tanah terus meluas dan semakin dalam.

"Kami berharap segera direlokasi, untuk warga yang tinggal di bagian bawah masih terisolir karena tidak ada akses jalan yang dapat dilalui kendaraan. Sehingga kami memilih untuk menumpang di rumah saudara di atas perkampungan yang aman dari pergerakan tanah," kata Meti (45) warga korban pergerakan tanah.

Baca juga: Pemkab Cianjur relokasi 16 kepala keluarga akibat pergerakan tanah

Baca juga: Seratusan kepala keluarga mengungsi karena pergerakan tanah

Baca juga: BPBD tunggu hasil kajian PVMG terkait pergerakan tanah

Baca juga: Belasan rumah di Cianjur terancam longsor akibat pergerakan tanah


 

Pewarta: Ahmad Fikri
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Menhub resmikan reaktivasi jalur KA Ciranjang-Cipatat

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar