Liga Italia

Pirelli ungkapkan alasan pisah dengan Inter Milan setelah 27 tahun

Pirelli ungkapkan alasan pisah dengan Inter Milan setelah 27 tahun

Ilustrasi: Para pemain Inter Milan merayakan gol kedua Alexis Sanchez (tengah tampak punggung) ke gawang Parma dalam lanjutan Liga Italia di Stadion Ennio Tardini, Parma, Italia, Kamis (4/3/2021) waktu setempat. (ANTARA/REUTERS/Jennifer Lorenzini)

Jakarta (ANTARA) - Petinggi Pirelli, Marco Tronchetti Provera mengungkapkan alasan pihaknya memutuskan untuk berpisah dengan partner lama mereka Inter Milan.

Pirelli akan mengakhiri kerja sama mereka sebagai sponsor seragam untuk Nerazzurri selama 27 tahun. Mulai musim panas mendatang, Inter tidak akan lagi memasang logo Pirelli di seragam mereka.

"Setelah 27 tahun, wajar untuk berpisah. Diperlukan proses yang panjang untuk keputusan ini, dan wajar bil ada sponsor lain yang tertarik dan secara potensi bersedia untuk berinvestasi lebih dibandingkan kami," kata Tronchetti Provera, yang dikutip Goal pada Minggu.

"Bagaimanapun, kami merasa jadi bagian dari sejarah Inter dan akan selalu mempertahankan ikatan itu," lanjutnya.

Baca juga: Alexis Sanchez tegaskan Inter hanya fokus untuk hindari kesalahan

Tronchetti Provera juga membahas masa depan Inter, yang disebut-sebut akan dijual oleh Suning Group dalam waktu dekat.

Konsorsium asal China itu diyakini mengalami kebangkrutan. Klub lain yang berada di bawah naungan mereka, Juning FC telah berhenti beroperasi sebagai imbasnya.

Suning saat ini sedang mencari investor potensial yang siap mendukung Inter Milan.

"Dari apa yang saya baca, Suning bermaksud untuk mendukung Inter dengan mencari sejumlah investor. Inter tetap menarik buat para investor. Kita lihat saja apakah itu saham minoritas atau bukan," ucap Provera.

Baca juga: Klasemen Liga Italia: Inter kuasai puncak dengan keunggulan enam poin

"Ada berbagai tipe pemegang saham yang populer, seperti di Bayern Muenchen, tetapi mereka punya Allianz yang memberikan jaminan kuat. Diperlukan investor solid yang menghadirkan figur-figur penting untuk mengelola sebuah klub sepak bola," jelasnya.

"Beberapa tahun sebelumnya, saya merasa percaya takhayul bahwa Inter bisa kalah dari posisi juara. Tahun ini, saya akan sangat terkejut bila hal itu terjadi."

"Bila saya melihat staf mereka, Juventus sangat terstruktur, Milan punya motivasi kuat dan keinginan untuk menjuarai liga. Namun, bila Inter menghindari momen 'Pazza', hanya ada satu juara," tutupnya.

Baca juga: Juve kejar ketertinggalan dari puncak setelah tundukkan Lazio 3-1
Baca juga: Roger Ibanez perpanjang kontrak dengan Roma

Pewarta: Hendri Sukma Indrawan
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar