Anggota DKJ harapkan musisi jadikan pandemi inspirasi bermusik

Anggota DKJ harapkan musisi jadikan pandemi inspirasi bermusik

Penyanyi Tulus tampil pada konser yang bertajuk One Intimate Night Show di The Kasablanka Hall, Jakarta, Selasa (30/7/2019). Dalam konser tersebut Tulus membawakan hits-hitsnya seperti Sewindu, Monokrom dan Pamit. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/nz.

Jakarta (ANTARA) - Anggota Komite Musik Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) Cholil Mahmud mengharapkan agar musisi yang ada di Indonesia dapat menjadikan pandemi sebagai waktu untuk mencari inspirasi dalam bermusik.

Cholil yang juga musisi dari Band "Efek Rumah Kaca" (ERK) mengharapkan agar kawan- kawan seprofesinya tidak menyerah meski pandemi memang memukul industri musik dalam kurun waktu satu tahun ke belakang.

"Saat ini memang bukan situasi yang ideal, tapi kita harus punya kemampuan adaptif. Kita harus bisa mengubah prioritas khususnya mengedepankan kesehatan, namun di samping itu juga kita bisa lihat ini sebagai waktu untuk refleksi menghasilkan karya baru, karya musik yang segar," ujar Cholil saat dihubungi ANTARA,Selasa. 

Baca juga: Staf Khusus Presiden simak aspirasi terkait Hari Musik Nasional

Baca juga: Menparekraf apresiasi Big Bang Indonesia peringati Hari Musik Nasional


Di hari Musik Nasional ini pun, Cholil mengharapkan pemerintah dapat memberikan perhatian atau pun memberikan kanal agar para pekerja industri musik juga dapat segera pulih setelah vakum satu tahun lamanya.

"Setelah para pekerja musik memaksimalkan diri dalam refleksi, ya harapannya pemerintah bisa mengambil peran dengan membantu kami para pemusik untuk tetap bertahan tanpa harus berseberangan dengan upaya pemerintah mengentaskan pandemi COVID-19," ujar pria yang berperan sebagai gitaris dalam band ERK itu. 

Ia mencontohkan hal yang bisa diperbaiki saat ini adalah menghadirkan jaringan internet yang dapat menghubungkan satu orang dengan orang lainnya tanpa keterlambatan. 

Hal itu berkaca dari belum meratanya jaringan internet sehingga metode rekam dahulu secara terpisah lalu hasil rekaman itu disatukan dan disiarkan menjadi hal yang paling sering dilakukan untuk menghadirkan pertunjukan musik daring saat ini. 

"Kalau mau pertunjukan daring yang live namun antar anggota terpisah masing- masing di rumahnya itu sampai sekarang masih agak sulit. Butuh jaringan internet yang benar- benar merata dan bagus. Tapi kalau dilihat dari perkembangan teknologi kita tidak menutup kemungkinan live terpisah- pisah itu bisa terjadi. Karena sedang disiapkan juga yang namanya jaringan 5G. Mudah- mudahan dengan adanya itu nanti tidak ada lagi keterlambatan, bisa real time dan zero latency," ujar Cholil.  

Baca juga: Silverian 86 siapkan "Big Bang Indonesia" rayakan Hari Musik Nasional

Baca juga: Didi Kempot hingga God Bless terima penghargaan di Hari Musik Nasional

Baca juga: Royalti dan Hari Musik Nasional

Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Menteri LHK paparkan kemajuan pengurangan emisi dari deforestasi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar