Jayapura (ANTARA) - Pelayanan penerbangan ke Wangbe, Kabupaten Puncak untuk sementara dihentikan Sejak terjadi adanya gangguan yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB) terhadap pilot pesawat Susi Air yang terjadi Jumat lalu ( 12/3).
 
Kepala Bandara Ilaga Herman Sujito kepada Antara, Senin mengakui, saat ini pelayanan penerbangan ke Wangbe dihentikan sementara sampai batas waktu yang belum dipastikan.
 
Dari laporan yang diterima pelayanan penerbangan ke kawasan itu yang dilakukan dari Timika ditutup sementara hingga adanya pemberitahuan selanjutnya, aku Herman seraya mengaku, lapter Wangme merupakan salah satu lapter yang menjadi tujuan penerbangan perintis dan carter.

Baca juga: Kontak senjata di "runway" Bandara Ilaga, satu KKB tewas
 
Namun pelayanannya ditangani Unit Penyelenggara Bandar Udara (Upbu) Timika, jelas Herman Sujito yang dihubungi dari Jayapura.
 
Kapolres Puncak Kompol I Nyoman Punia secara terpisah mengakui adanya laporan pilot pesawat Susi Air didatangi anggota KKB sesaat setelah mendaratkan pesawat nya di Lapter Wangbe, Jumat pagi (12/3).
 
Dari laporan yang diterima, pesawat jenis pilatus dengan no nomor penerbangan PK-BVY setibanya di lapangan terbang Wangbe, Distrik Wangbe Kabupaten Puncak, Papua, sekitar pukul 06.20 WIT didatangi sekelompok masyarakat yang diduga anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB), karena terlihat dua pucuk senjata api laras panjang.
 
Anggota KKB meminta pilot tidak mengangkut anggota TNI-Polri dan setelah menyampaikan maksudnya, mereka mengijinkan pilot kembali terbang ke Timika, jelas Punia seraya mengaku di wilayah itu tidak ada pos polisi maupun polsek.
 
Polres Puncak baru memiliki tiga polsek yakni di Ilaga, Sinak dan Bioga, ungkap Kompol Nyoman Punia.

Baca juga: Pesawat Dabi Air ditembak KKB di Bandara Bilogai Sugapa Papua

Pewarta: Evarukdijati
Editor: Budi Suyanto
Copyright © ANTARA 2021