Festival besar Hindu cemaskan India saat kasus COVID meningkat

Festival besar Hindu cemaskan India saat kasus COVID meningkat

Orang memadati pasar untuk berbelanja pada malam Diwali, di tengah pandemi COVID-19 di Mumbai, India, Jumat (13/11/2020). Diwali adalah salah satu festival terbesar di India. ANTARA FOTO/REUTERS/Niharika Kulkarni/aww.

Tingkat kasus positif ini berpotensi dengan cepat berubah menjadi peningkatan kasus, mengingat banyaknya peziarah yang diperkirakan hadir selama Kumbh
New Delhi (ANTARA) - Kementerian kesehatan India memperingatkan pada Minggu bahwa pertemuan besar umat untuk festival Hindu dapat meningkatkan kasus virus corona, di saat negara itu mencatat infeksi baru dalam jumlah besar dalam hampir empat bulan terakhir.

Kementerian mengatakan hingga 40 orang telah dites positif COVID-19 di sekitar situs perayaan Mahakumbh yang dapat berlangsung selama berminggu-minggu dan dimulai bulan ini serta mencapai puncaknya pada April di kota suci Himalaya Haridwar, di sebelah Sungai Gangga.

Festival ini hanya diadakan setiap 12 tahun sekali. Jutaan umat Hindu diperkirakan akan memadati situs tersebut bulan depan, karena mandi di sungai selama periode ini diyakini dapat membebaskan orang dari dosa dan membawa keselamatan dari siklus hidup dan mati.

Dalam sebuah surat kepada pemerintah negara bagian Uttarakhand, tempat Haridwar berada, kementerian tersebut mengatakan kepada pihak berwenang setempat bahwa pengujian virus corona harian terhadap 55.000 orang di Haridwar tidak cukup mengingat perkiraan banyaknya jumlah peziarah, dan kasus-kasus itu sudah meningkat.

"Tingkat kasus positif ini berpotensi dengan cepat berubah menjadi peningkatan kasus, mengingat banyaknya peziarah yang diperkirakan hadir selama Kumbh," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan, mengutip surat itu.

"Saat ini lebih dari 12 negara bagian di India telah menunjukkan lonjakan kasus COVID-19 selama beberapa minggu terakhir, dan peziarah yang diperkirakan mengunjungi Haridwar selama Kumbh Mela juga bisa berasal dari negara-negara bagian ini."

Pemerintah Uttarakhand mengatakan telah mewajibkan pemakaian masker bagi pemeluk (Hindu), akan mendistribusikan jutaan masker secara gratis dan juga terus menjaga area publik bersih, selain dari mengikuti aturan yang ditetapkan oleh pemerintah federal.

India melaporkan 43.846 kasus baru virus corona dalam 24 jam terakhir, dengan negara bagian terkaya Maharashtra lagi-lagi menyumbang sekitar 60% dari infeksi.

Kematian meningkat sebanyak 197, tertinggi dalam lebih dari dua bulan, menjadi 159.755, data dari kementerian kesehatan menunjukkan.

Kasus baru COVID-19 India memuncak pada hampir 100.000 per hari pada September, dan terus menurun hingga akhir bulan lalu.

Tapi sekarang lima negara bagian - Maharashtra, Punjab, Karnataka, Gujarat dan Madhya Pradesh - menyumbang hampir 78% dari kasus baru. Maharashtra, rumah bagi ibu kota keuangan India, Mumbai, sendiri melaporkan 27.126 kasus dan 92 kematian.

Ketika kasus meningkat, pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi telah dikritik karena mengekspor lebih banyak vaksin daripada jumlah orang yang diinokulasi di dalam negeri sejauh ini.

Di bawah tekanan untuk meningkatkan pasokan lokal, Serum Institute of India telah memberi tahu Brazil, Arab Saudi, dan Maroko bahwa pengiriman dosis lebih lanjut vaksin AstraZeneca kepada mereka akan ditunda.

India sejauh ini telah menyumbangkan 8 juta dosis dan menjual hampir 52 juta dosis ke 75 negara. India telah memberikan lebih dari 44 juta dosis sejak memulai kampanye imunisasi pada pertengahan Januari.

Sumber: Reuters

Baca juga: Puluhan ribu pemeluk Hindu mandi kudus di Gangga

Baca juga: India mengaku miliki banyak vaksin COVID untuk rakyatnya sendiri

Penerjemah: Mulyo Sunyoto
Editor: Gusti Nur Cahya Aryani
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Jateng waspada lonjakan kasus COVID-19 dan varian baru dari India

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar