Sentimen risiko berkurang, dolar menguat di atas tertinggi 4 bulan

Sentimen risiko berkurang, dolar menguat di atas tertinggi 4 bulan

Karyawan menghitung uang dolar Amerika Serikat (AS) di tempat penukaran valuta asing, Jakarta, Rabu (6/1/2021). ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/rwa.

Dolar telah menggelinding lebih tinggi selama beberapa hari terakhir
New York (ANTARA) - Dolar AS menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), memperpanjang kenaikan untuk hari ketiga berturut-turut, melompat di atas level tertinggi empat bulan karena para investor mengurangi minat terhadap mata uang berisiko.

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik sekitar 0,28 persen menjadi 92,85 pada perdagangan sore. Dolar AS sepanjang tahun ini telah melonjak lebih dari tiga persen.

Imbal hasil obligasi pemerintah naik ke level tertinggi sesi setelah permintaan melemah untuk bulan kedua berturut-turut dalam lelang pada surat utang bertenor tujuh tahun. Imbal hasil tertinggi sesi mencapai 1,642 persen. Pada Kamis sore (25/3/2021) imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun berada di 1,630 persen.

Penguatan kembali dolar mengindikasikan investor mengabaikan data positif yang menunjukkan lebih sedikit dari perkiraan warga Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran minggu lalu, dan komentar dari Presiden AS Joe Biden bahwa ekonomi sedang naik daun.

"Dolar telah menggelinding lebih tinggi selama beberapa hari terakhir," kata Mazen Issa, analis mata uang senior di TD Securities, dikutip dari Reuters. "Biasnya di sini adalah bahwa dolar ... tetap tinggi."

Saham AS, naik di sore hari pada Kamis (25/3/2021) dalam sesi yang ditandai oleh perdagangan yang berfluktuasi.

Kekhawatiran tentang penguncian yang diperpanjang di Eropa juga membebani pasar. Para pemimpin di Eropa bertemu untuk membahas cara meningkatkan pasokan vaksin COVID-19 setelah inokulasi yang lambat.

Euro merosot 0,41 persen terhadap dolar, pada 1,1767 dolar AS, dengan para anali memperkirakan dapat mencapai kisaran 1,16 dolar AS, karena pemulihan ekonomi Eropa tertinggal.

Dolar juga menguat 0,39 persen terhadap yen di 109,1500. Dolar Australia dan Selandia Baru, yang turun dalam dua sesi sebelumnya, turun tipis terhadap dolar AS.

Bitcoin cenderung datar, turun 1,43 persen menjadi 52.360,51 dolar AS. Mata uang kripto sempat mencapai 57.000 dolar AS setelah bos Tesla Inc Elon Musk mengatakan pada Rabu (24/3/2021) pelanggan sekarang dapat membeli mobil listrik perusahaannya dengan token digital.

Baca juga: Penguncian baru rusak harapan pemulihan, harga minyak anjlok 4 persen
Baca juga: Emas jatuh 8,1 dolar tertekan kenaikan imbal hasil dan "greenback"
Baca juga: Dolar naik, setelah Yellen dan Powell indikasikan ekonomi AS menguat

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Bank Indonesia waspadai kenaikan imbal hasil obligasi AS

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar