Ketua KPK ingatkan kepala daerah di Aceh tidak korupsi

Ketua KPK ingatkan kepala daerah di Aceh tidak korupsi

Ketua KPK Firli Bahuri (tiga dari kanan) didampingi Gubernur Aceh Nova Iriansyah (kemeja putih) dan Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman (sudut kanan) saat menggelar jumpa pers di gedung Banda Aceh Convention Hall, Jumat (26/3/2021) (ANTARA/Rahmat Fajri)

Pendapatan Aceh juga dibantu dengan dana otonomi khusus, dana itu sangat besar, karena itu harus kita pastikan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan untuk keberlanjutan dan keberlangsungan pembangunan
Banda Aceh (ANTARA) - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengingatkan kepala daerah di Aceh jangan sampai melakukan tindak pidana korupsi yang dapat merugikan rakyat dan negara.

"Saya juga menyampaikan jangan ada penyelenggara negara yang melakukan praktik korupsi, tidak ada lagi praktik-praktik korupsi di Aceh," kata Firli Bahuri dalam jumpa pers, di Banda Aceh, Jumat.

Baca juga: Ketua KPK ingatkan jajaran Kemenkeu jaga integritas

Firli mengatakan, KPK sudah tidak mengenal lagi yang namanya Jumat keramat, melainkan setiap hari menjadi keramat bagi para koruptor.

Kata Firli, korupsi merupakan kejahatan yang bukan hanya sekedar melanggar hukum, tetapi juga termasuk dalam kejahatan merampas hak rakyat, sebuah negara akan gagal jika terjadinya tindak pidana korupsi.

"Saya minta semua unsur di Aceh untuk menyatakan diri mulai hari ini tidak ada lagi korupsi yang ada di Aceh," ujarnya.

Firli juga mengingatkan, jika ke depan masih ditemukan adanya penyelenggara negara yang melakukan praktik korupsi, maka sudah pasti diberikan tindakan tegas sebagaimana ketentuan hukum yang berlaku, dengan mengedepankan serta mengikuti asas kemanusiaan.

Firli menyebutkan, Aceh merupakan salah satu daerah yang memiliki Undang-undang otonomi khusus, sehingga APBD Aceh tidak hanya ditopang dengan dana alokasi khusus (DAK) maupun dana alokasi umum (DAU) saja.

"Pendapatan Aceh juga dibantu dengan dana otonomi khusus, dana itu sangat besar, karena itu harus kita pastikan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan untuk keberlanjutan dan keberlangsungan pembangunan," kata Firli.

Firli menuturkan, dirinya juga sudah menggelar pertemuan dengan Gubernur Aceh, Bupati dan Wali Kota se Aceh dalam rangka melakukan upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi.

"Kami sampaikan Aceh harus memberikan sumbangsih kepada bangsa dan negara untuk melanjutkan tujuan negara dengan tidak melakukan korupsi," demikian Firli Bahuri.

Baca juga: KPK harap masyarakat sipil terlibat kampanye pendidikan antikorupsi
Baca juga: Ketua KPK pertanyakan data klaim persalinan caesar JKN

 

Pewarta: Rahmat Fajri
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

1.700 Siswa di Aceh Barat terima beasiswa PIP

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar