Bom Gereja Katedral Makassar

MUI kutuk keras pelaku peledakan depan Gereja Katedral di Makassar

MUI kutuk keras pelaku peledakan depan Gereja Katedral di Makassar

Tangkapan layar - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas. ANTARA/Fransiska Ninditya/am.

MUI mengutuk keras peristiwa (ledakan) pagi ini yang telah membuat ketakutan di tengah-tengah masyarakat dan telah membuat jatuhnya korban jiwa
Jakarta (ANTARA) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengutuk keras tindakan pelaku peledakan di depan Gereja Katedral di Makassar, Sulawesi Selatan, yang terjadi Minggu pagi.

"MUI mengutuk keras peristiwa (ledakan) pagi ini yang telah membuat ketakutan di tengah-tengah masyarakat dan telah membuat jatuhnya korban jiwa," kata Wakil Ketua Umum MUI K.H. Anwar Abbas kepada ANTARA di Jakarta, Minggu.

Menurut dia, tindakan pelaku tidak bisa diberi toleransi karena sangat tidak manusiawi dan bertentangan dengan nilai-nilai ajaran agama manapun.

Pihaknya pun mendesak Polri bertindak cepat untuk menangkap pelaku peledakan tersebut.

"MUI meminta pihak aparat untuk mencari dan menangkap pelaku serta membongkar motif dari tindakan yang tidak terpuji ini," paparnya.

Pada Minggu pagi, terjadi sebuah ledakan di depan Gereja Katedral, Jalan Kajaolalido, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Ledakan terjadi saat jemaat gereja sedang beribadah di gereja tersebut.

Peristiwa ini diduga menimbulkan korban jiwa. Sejumlah korban luka-luka langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Belum diketahui asal sumber ledakan tersebut. Hingga saat ini belum ada komentar resmi dari Kepolisian mengenai kronologi peristiwa nahas itu.

Baca juga: Ledakan diduga bom di Gereja Katedral Makassar
Baca juga: Bom meledak di pintu gerbang Gereja Katedral Makassar Minggu pagi

 

Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor: Virna P Setyorini
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Wakil Ketua MPR ingatkan kemungkinan ledakan kasus COVID

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar