Bogor (ANTARA News) - 10 grup Keroncong dari Jabodetabek serta Bandung, Garut dan Lampung menunjukkan kebolehan melantunkan lagu-lagu keroncong dalam parade musik mengenang Sang Maestro Keroncong Indonesia (alm) Gesang, Sabtu.

Parade musik itu berlangsung selama tujuh jam digelar di Botani Square Jalan Pajajaran, Kota Bogor. Aksi mereka mendapat perhatian para pengujung, suasana di mall tersebut menjadi semarak dengan lantunan musik keroncong.

Kegiatan tersebut digelar bertepatan dengan Hari Jadi Bogor (HJB) ke 528. Momentum tersebut menginspirasi Yayasan Keroncong Indonesia mengenang Gesang.

Sebanyak 50 lagu keroncong dibawakan oleh grup keroncong secara berganti-gantian. Acara di buka resmi Asisten Umum Sekretaris Daerah Kota Bogor, Arif Mustopa Budianto, dan disaksikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwista (Disbudpar) Artiana Yanar Anggraeni dan Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Shahlan Rasyidi.

Asisten Administrasi Arif Mustofa Budianto mewakili Walikota Bogor, menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Keroncong Indonesia yang telah secara nyata berpartisipasi aktif dalam melestarikan musik keroncong.

"Kita berharap melalui parade musik keroncong akan menjadi wadah bagi lahirnya bakat-bakat baru sehingga musik keroncong dapat terus berkembang dan diperdengarkan sampai kapanpun, dan tidak hanya sekedar menjadi catatan sejarah," kata Arif.

Terlebih lagi, kata dia, musik keroncong telah membawa banyak nama Indonesia ke berbagai forum dunia. Lagu bengawan solo milik mastero alm Gesang telah dikenal luas masyarakat dunia, bahkan telah dialihbahasakan dalam berbagai bahasa.

"Ini adalah bukti musik keroncong telah menjadi indentitas bangsa Indonesia di forum Internasional," kata Arif.

Sementara itu, Kadisbudpar Artiana Yanar mengatakan, Wafatnya Gesang Marto Hartono sang maestro keroncong 20 Mei lalu menjadi momentum untuk merefleksi diri bagi pencinta musik keroncong.

Betapa tidak, di era ini, ternyata banyak generasi muda yang sudah melupakan sejarah bangsanya. Terutama kebanggaan terhadap hasil karya seni dan budaya perjuangan yang sudah banyak ditinggalkan.

"Kita berharap melalui parade musik keroncong memeriahkan HJB ke 528 akan menjadi tonggak bagi para generasi muda mengenal musik keroncong. Makanya dalam parede keroncong ini kita juga tampilkan anak-anak sekolah yakni Grup keroncong SMP Negeri 19 Bogor," kata Artiana.

Selain menyanyikan lagu keroncong, juga mengheningkan cipta untuk mengenang jasa pria kelahiran Surakarta, Jawa Tengah, 1 Oktober 1917.

Penyanyi dan pencipta lagu itu sudah memperkenalkan negara Indonesia ke belahan dunia lewat lagu Bengawan Solo.

Mengawali pembukaan parade, Arif Mustopa Budianto, Artiana Yanar, dan Shahlan Rasyidi bersama-sama melantunkan lagu bengawan solo diiringi 10 grup keroncong tersebut.(*)
(T.KR-LR/R009)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2010