Jakarta (ANTARA News) - Sejumlah figur baru yang bukan kader Partai Demokrat menduduki jabatan pada kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat periode 2010-2015.

Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, mengatakan, Partai Demokrat tidak membedakan kader lama dan kader baru semuanya diakomodasi untuk bersama-sama membesarkan partai.

"Partai Demokrat bersikap terbuka, tidak ada dikotomi antara kader lama dan kader baru, semuanya dirangkum untuk kemajuan partain" kata Anas Urbaningrum, usai mengumumkan susunan pengurus Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat periode 2010-2015 di Jakarta, Kamis.

Anas menjelaskan, dalam susunan pengurus tersebut mengakomodasi semua kepentingan baik calon ketua umum dan tim suksesnya maupun kader yang tidak masuk dalam tim dan figur baru.

Dengan komposisi susunan pengurus tersebut, Anas meyakini Partai Demokrat bisa berkembang menjadi partai modern yang lebih besar dan kuat.

"Saya meyakini susunan pengurus Partai Demokrat ini adalah kader-kader terbaik yang siap bekerja untuk membesarkan partai," kata Anas.

Di antara 130 nama susunan pengurus yang diumumkan, ada nama mantan Direktur Eksekutif Imparsial Rachlan Nasidik, tokoh Jaringan Islam Liberal Ulil Abshar Abdalla, dan anggota Komisi Pemilihan Umum Andi Nurpati.

Wakil Sekjen Partai Demokrat, Saan Mustopa, mengatakan bahwa sebelumnya ada beberapa nama pengusaha maupun aktivis yang disebut-sebut akan mengisi struktur pengurus Partai Demokrat, tapi sampai batas akhir menjelang pengumuman menyatakan tidak bersedia.

Aktivisi itu antara lain, Usman Hamid (Koordinator Kontras) dan Sarbini (aktivis angkatan 1999).
(T.R024/P003)

Editor: Priyambodo RH
Copyright © ANTARA 2010