Surabaya (ANTARA News) - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop UKM) Sjarifuddin Hasan menyatakan siap memberikan modal bagi mahasiswa untuk berwirausaha dengan agunan hanya ijazah.

"Kalau saya ajak berwirausaha, mahasiswa bisa saja bilang enak kalau hanya ngomong. Karena itu, saya siap memberi modal, tapi bawa ijazah ke Kementerian Koperasi dan UKM," katanya di Surabaya, Sabtu.

Saat berbicara dalam dialog tentang "Technopreneur Gathering 2010" di ITS Surabaya, ia mengatakan modal yang disiapkan sebenarnya hanya bersifat stimulus supaya usaha yang dikembangkan dapat "berjalan."

"Karena itu, kami hanya menyiapkan Rp500 juta per tahun dan kami akan mengutamakan proposal yang bersifat usaha produksi, bukan perdagangan, sebab kalau produksi itu dapat membantu orang lain untuk mendapatkan pekerjaan juga," tuturnya.

Namun, katanya, modal yang sekadar untuk "jalan" itu dapat dikembangkan dengan modal dalam bentuk lain yang juga dikembangkan pemerintah, yakni KUR (kredit usaha rakyat) yang mencapai Rp86,5 triliun dalam lima tahun (2009-2014).

"Kami tahu kalau mahasiswa menjadi pemula dalam wirausaha itu tidak akan mudah berhubungan dengan perbankan, karena itu kami siapkan modal dengan agunan berupa ijazah. Itu juga karena kami juga harus mempertanggungjawabkan uang negara," ucapnya menegaskan.

Ia mengaku pihaknya sudah berkeliling pada belasan kampus di Indonesia untuk menawarkan program permodalan untuk wirusahawan muda dari kalangan mahasiswa itu, dan kini tercatat 6.000 mahasiswa yang tertarik.

"Tapi, hanya 3.500 mahasiswa yang tertarik melakukan aplikasi dari usahanya (usaha yang bersifat produksi), kemudian kami beri orientasi tentang manajemen dan tampaknya sekarang sudah ada 1.500 mahasiswa yang berkembang usahanya," paparnya.

Oleh karena itu, pihaknya berharap mahasiswa ITS Surabaya menambah jumlah wirausahawan muda dari kalangan mahasiswa, sehingga akan dapat mengurangi jumlah sarjana pengangguran yang saat ini mencapai 626 ribu orang.

"Saya sendiri langsung tertarik datang ke ITS, karena saya baca dalam proposal undangan itu memang menyebutkan bila ITS sudah mengajarkan technopreneurship selama tujuh tahun, sehingga mahasiswa ITS pasti akan lebih kreatif," katanya mendapat applaus dari puluhan mahasiswa yang hadir.

Selain itu, pihaknya juga siap belajar kepada ITS tentang "Ilmu Technopreneur" yang sudah bertahun-tahun diajarkan di kalangan mahasiswa teknik itu.

"Yang jelas, peluang wirausaha di Indonesia saat itu cukup luas, karena pertumbuhan ekonomi Indonesia sudah membaik dan kami proyeksikan mencapai 7,7 persen pada tahun 2014, apalagi potensi pasar yang cukup besar," katanya.

Bahkan, lanjutnya, kalangan asing meramalkan Indonesia akan menjadi negara dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang besar bersama Brazil, Rusia, India, dan China pada tahun 2020 atau sering disebut "BRIIC 2020" (Brazil, Rusia, India, Indonesia, China di tahun 2020).

"Karena itu, manfaatkan peluang yang terbuka luas itu, apalagi anak muda itu biasanya memiliki semangat pantang menyerah," ujarnya didampingi Pembantu Rektor IV ITS Prof Ir Eko Budi Djatmiko MSc PhD.

(T.E011/C004/S026)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2010