Mataram (ANTARA News) - Aparat kepolisian masih menahan 30 orang yang teridentifikasi sebagai pelaku kerusuhan hingga membakar kantor Golkar Bima hingga habis, pasca penghitungan suara pemilu kepala daerah di Kabupaten Bima, 7 Juni lalu.

"Masih ada 30 orang yang ditahan Polres Bima, terkait insiden kerusuhan massa yang membakar kantor Golkar Bima itu," kata Kepala Sub Bidang (Kasubbid) Humas Polda NTB AKP Lalu Wirajaya di Mataram, Senin.

Ia mengatakan, sehari setelah insiden pembakaran kantor Golkar Bima itu mencuat, jajaran Polres Bima yang mendapat dukungan personel dari Polda NTB dan Brimob Kelapa Dua, mengamankan lebih dari 58 orang yang diduga terlibat dalam insiden tersebut.

Namun, dalam proses pemeriksaan intensif sebanyak 12 orang diantaranya ditangguhkan penahanannya karena sejumlah pertimbangan logis dan lima orang dibebaskan karena tidak cukup bukti.

Belasan orang lainnya dibebaskan saat itu juga karena tidak terlibat dalam kerusuhan tersebut.

"Kini, masih ada 30 orang yang ditahan di Polres Bima, dan akan ditindaklanjuti berkas perkaranya hingga disidangkan di pengadilan," ujarnya.

Wirajaya juga mengungkapkan bahwa hingga kini enam orang korban luka-luka saat insiden tersebut mencuat masih menjalani perawatan intensif di RSUD Bima.

Dua orang korban lainnya yang diduga terkena peluru aparat keamanan yang menertibkan aksi massa saat pembakaran kantor Golkar Bima, tengah menjalani perawatan intensif di RSU Bhayangkara Polda NTB di Mataram.

Dua pasien luka tembak itu dirujuk dari RSUD Bima karena kondisinya terus kritis.

"Dua orang pasien luka tembak itu merupakan bagian dari tujuh orang yang terkena tembakan saat aksi pembakaran kantor Golkar Bima itu mencuat, selebihnya dirawat di Bima," ujarnya.

Sementara 48 orang lainnya, tambah Wirajaya, juga mengalami luka-luka namun dikategori luka ringan sehingga tidak menjalani rawat inap di rumah sakit.

Seperti diketahui, aksi amuk massa yang mencuat 7 Juni lalu itu dilakukan oleh kelompok masyarakat dari pendukung calon bupati yang meraih dukungan suara minim sehingga kalah dalam pemilu kepala daerah itu.

Mereka berkumpul di Kantor Bupati Bima Jl. Soekarno Hatta, lalu bergerak ramai-ramai ke KPU Kabupaten Bima yang masih satu kompleks dengan kantor Bupati Bima.

Setelah melihat hasil penghitungan sementara KPU Kabupaten Bima yang memenangkan pasangan Fery Zulkarnain-Syarfruddin M Nur, massa lalu mengamuk hingga pos jaga Satpol PP di dekat kantor KPU dirusak.

Massa lalu bergerak ke Kantor DPD Golkar Bima yang berjarak 500 meter dari Kantor Bupati, kemudian membakarnya, hingga satu unit mobil merek Mitsubishi yang tengah parkir di kantor Golkar juga tak luput dari amuk massa.
(T.A058/Z003/P003)

Editor: Priyambodo RH
Copyright © ANTARA 2010