Dubes Myanmar kepada Inggris: tolak utusan junta militer

Dubes Myanmar kepada Inggris: tolak utusan junta militer

Mahasiswa, insinyur dan guru bersama dengan yang lain berbaris saat mereka memprotes kudeta militer di Dawei, Myanmar, Minggu (4/4/2021) gambar diambil dari media sosial. Dawei Watch/via REUTERS/NZ/sa. (DAWEI WATCH via REUTERS/DAWEI WATCH)

London (ANTARA) - Duta Besar Myanmar untuk Inggris, yang terkunci dari kedutaannya oleh perwakilan militer, pada Kamis mendesak pemerintah Inggris agar tidak mengakui utusan junta militer dan mengusir mereka pulang ke Myanmar.

Dalam sebuah langkah yang dapat berimplikasi pada diplomat Myanmar di seluruh dunia, dubes tersebut pada Rabu dikunci dari kedutaannya sendiri oleh wakilnya atas nama militer Myanmar yang merebut kekuasaan pada Februari.

"Duta besar dipanggil lagi oleh rezim militer Myanmar - sejak saat itu ia tidak mematuhi instruksi dari Kementerian Luar Negeri Myanmar," kata Duta Besar Kyaw Zwar Minn melalui juru bicara.

"Kami yakin pemerintah Inggris tidak akan mendukung mereka yang bekerja untuk junta militer dan kami juga akan mendesak pemerintah Inggris agar memulangkan mereka," katanya, melalui juru bicara yang membacakan pernyataannya dalam bahasa Inggris.

Dalam sebuah surat ke Kementerian Luar Negeri Inggris dari kedutaan Myanmar, yang dilihat oleh Reuters, mereka yang mengendalikan kedutaan menyebutkan bahwa wakil Duta Besar Chit Win telah mengambil alih tanggung jawab di London mulai 7 April. Kyaw Zwar Minn dipanggil lagi pada 9 Maret, menurut surat itu.

Kyaw Zwar Minn melalui juru bicaranya mengatakan bahwa "dirinya secara penuh menyakini bahwa pemerintah Inggris akan terus memperlihatkan penolakan mereka terhadap rezim militer yang melanggar hukum."

"Ia sedang berusaha berada di jalan tengah, tetapi tidak ada keraguan mana yang berada di sisi kanan: dewan militer telah menewaskan hampir 600 orang termasuk 48 anak-anak," kata duta besar itu.

"Kami secara khusus mendesak pemerintah Inggris agar menolak kerja sama dengan kuasa usaha Chit Win, yang telah dicalonkan oleh dewan militer atau duta besar lainnya yang mungkin mereka coba calonkan di masa depan," ucapnya.

Sumber: Reuters

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar