Saham Singapura berakhir naik 0,53 persen

Saham Singapura berakhir naik 0,53 persen

Bursa Saham Singapura (SGX). ANTARA/REUTERS/Edgar Su/aa.

Indeks acuan saham Singapura, Straits Times, naik 16,99 poin menjadi 3.201,76 poin. Volume perdagangan 1,57 miliar saham senilai 1,27 miliar dolar Singapura. Advancer melebihi jumlah decliners 282 berbanding 183.
Singapura (ANTARA) - Saham Singapura ditutup 0,53 persen lebih tinggi pada Jumat, didorong oleh optimisme pada pemulihan ekonomi AS yang kuat menyusul penurunan signifikan dalam klaim pengangguran dan penjualan ritel yang kuat.

Pasar AS naik ke posisi tertinggi baru sepanjang masa pada Kamis dengan saham teknologi mencatat kenaikan kuat di tengah penurunan imbal hasil obligasi acuan yaitu obligasi pemerintah AS (Treasury) tenor sepuluh tahun. Namun, saham keuangan turun meskipun pendapatan dari perusahaan perbankan terkemuka seperti Bank of America dan Citigroup lebih baik dari perkiraan.

Indeks acuan saham Singapura, Straits Times, naik 16,99 poin menjadi 3.201,76 poin. Volume perdagangan 1,57 miliar saham senilai 1,27 miliar dolar Singapura. Advancer melebihi jumlah decliners 282 berbanding 183.

Baca juga: Saham Singapura berakhir naik 0,17 persen

Saham Singapore Medical Group melonjak 6,15 persen menjadi 34,5 sen Singapura. Perusahaan itu mengumumkan bahwa potensi transaksi yang melibatkan saham perseroan tidak akan dijajaki lebih lanjut. Pada Desember tahun lalu, pihaknya mengatakan sedang dalam pembahasan awal dengan pihak ketiga terkait transaksi yang melibatkan sahamnya. Perusahaan itu menekankan bahwa pihaknya tetap terbuka untuk menjajaki berbagai cara untuk meningkatkan nilai pemegang saham, termasuk aksi korporasi.

Di antara yang naik, Jardine Matheson naik 0,98 persen menjadi 65 dolar AS, sementara Venture Corporation menjadi salah satu yang paling merugi dengan turun 0,49 persen menjadi 20,39 dolar Singapura. (1 dolar AS sama dengan 1,33 dolar Singapura).

Baca juga: Saham China hari Jumat ditutup lebih tinggi

Penerjemah: Biqwanto Situmorang
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar