MRT Jakarta teken kontrak Fase Bundaran HI-Kota senilai Rp4,6 triliun

MRT Jakarta teken kontrak Fase Bundaran HI-Kota senilai Rp4,6 triliun

Penandatanganan paket kontrak 203 MRT Jakarta Fase 2A Bundaran HI- Kota di pelataran Museum Fatahillah, Jakarta Barat, Selasa. (MRT Jakarta)

dilakukan dalam rangka menghidupkan kembali kawasan Kota Tua
Jakarta (ANTARA) - PT MRT Jakarta (Perseroda) dan kontraktor Sumitomo Mitsui Construction Company Jakarta-Hutama Karya Join Operation (SMCC--HK JO) menandatangani paket kontrak 203 MRT Jakarta Fase 2A Bundaran HI- Kota senilai Rp4,6 triliun.

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta (Perseroda) Silvia Halim dan Satoshi Tanimoto, dengan disaksikan langsung  Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan, Duta Besar Jepang untuk Indonesia Kanasugi Kenji, Chief Representative JICA Indonesia Ogawa Shinegori, dan Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) William Sabandar, di pelataran Museum Fatahillah, Jakarta Barat, Selasa.

Baca juga: Dirut MRT: Proyek fase dua berperan penting pulihkan ekonomi

Ada pun total nilai kontrak Paket CP 203 ini sekitar Rp4,6 triliun dengan masa konstruksi selama 72 bulan, yakni dari September 2021 sampai Agustus 2027.

"Pembangunan paket kontrak CP203 juga akan terintegrasi dengan konsep penataan kota tua, yaitu mengedepankan penataan area pejalan kaki dan manajemen rekayasa lalu lintas 'traffic arrangement'," kata Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) William Sabandar di Jakarta, Selasa.

Baca juga: DKI tetapkan jalur MRT koridor Kota-Ancol Barat

Paket kontrak CP203 merupakan bagian dari pembangunan Fase 2A MRT Jakarta dari Bundaran HI hingga Kota.

Fase 2A akan mengerjakan dua stasiun bawah tanah, yaitu Stasiun Glodok sepanjang 240 meter dan Stasiun Kota sepanjang 411,2 meter serta terowongan bawah tanah mulai dari Mangga Besar sampai Kota Tua sepanjang 1,4 kilometer.

Pembangunan MRT Jakarta Fase 2A (Bundaran HI-Kota Tua) ini akan melewati sejumlah cagar budaya di antaranya Gedung Sarinah, Museum Bank Indonesia, Gedung Chandranaya, Pantjoran Tea House, Museum Bank Mandiri, Tugu Jam Thamrin, dan Stasiun Jakarta Kota (BEOS).

Baca juga: Dishub DKI rekayasa lalin jalan MH Thamrin dampak pekerjaan MRT fase 2

Konstruksi CP203 ini akan mengusung desain dengan konsep "Sunken Entrance", yaitu tinggi "entrance" yang lebih rendah dari umumnya dengan tujuan untuk menjaga visual bangunan cagar budaya.

Sejalan dengan pembangunan konstruksi 2A, MRT Jakarta juga akan mendorong pengembangan kawasan berorientasi transit (TOD) di kawasan Thamrin, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok dan Kota melalui kemitraan dan kolaborasi dengan masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan.

Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan pembangunan jalur MRT Fase 2A ini dilakukan dalam rangka menghidupkan kembali kawasan Kota Tua.

"Kami Pemprov DKI Jakarta sedang merencanakan untuk membangun seluruh kawasan ini sebagai suatu kesatuan kawasan yang terintegrasi dengan konektivitas antar moda yang memadai," kata Anies.

Anies juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Joko Widodo yang terus memberikan dukungan terhadap semua program pembangunan infrastruktur transportasi umum di Jakarta, sampai dengan pembangunan sistem Jaklingko sekarang.

Sementara itu, Duta Besar Jepang untuk Indonesia Kanasugi Kenji menyambut baik kerja sama yang terjalin ini. Menurut dia, MRT Jakarta merupakan simbol persahabatan antara Jepang dan Indonesia.

"Kerja sama ini sebagai bentuk bahwa Jepang turut berkontribusi dalam pembangunan nasional Indonesia yang menekankan pada pengembangan sumber daya manusia serta transfer teknologi dan pengetahuan," kata Dubes Kanasugi.

Pembangunan MRT Jakarta Fase 2A (Bundaran HI-Kota) yang dilaksanakan sebagai bentuk dari pengembangan jaringan terpadu MRT merupakan bagian dari sistem transportasi massal DKI Jakarta dalam mewujudkan sistem transportasi terintegrasi.
 

Pewarta: Mentari Dwi Gayati
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2021

MRT Jakarta telah angkut 35,5 juta penumpang

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar