Denpasar (ANTARA News) - Dinas Kehutanan Provinsi Bali akan melakukan ujicoba menghijaukan lahan-lahan di perbukitan yang berbatu dengan membuat lubang kedalaman setengah meter yang kemudian diisi dengan tanah untuk selanjutnya ditanami pohon.

"Ujicoba itu akan dilakukan di daerah perbukitan yang membentang di pesisir utara Pulau Bali, lereng Gunung Agung di Kabupaten Karangasem dan lereng Gunung Batur di Kabupaten Bangli," kata Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Bali Anak Agung Buana di Denpasar Sabtu.

Ia mengatakan, ujicoba itu akan dilakukan dalam tahun 2011, dengan menggunakan dukungan dana dari APBD Bali.

"Berbagai hambatan dan kendala pasti akan muncul, mulai dari upaya membuat lubang di lahan berbatuan yang keras, membawa tanah ke atas perbukitan hingga penyiraman pepohonan pada musim kemarau," ujar Agung Buana.

Meskipun demikian pihaknya akan tetap melakukan ujicoba penanaman pepohonan dengan terlebih dulu membuat lubang yang kemudian diisi dengan tanah.

Upaya reboisasi di perbukitan dan lereng gunung tanpa menggunakan bantuan tanah, selama ini tidak sesuai dengan harapan.

Bali pada awalnya tahun 2004 memiliki lahan kritis dalam kawasan hutan maupun tanah-tanah milik masyarakat seluas 55.313 hektar.

Upaya penghijauan dan reboisasi selama empat tahun 2004-2008 menjangkau areal seluas 28.600 hektar dengan tingkat keberhasilan sekitar 63-74 persen.

Dengan demikian Bali kini masih memiliki sisa lahan kritis seluas 25.338 hektar yang digarap secara bertahap yang diharapkan tuntas dalam beberapa tahun ke depan.

Untuk itu setiap tahun pihaknya menyediakan satu juta pohon per tahun untuk penghijauan yang dibagikan secara gratis kepada masyarakat.

Pengadaan tersebut dilakukan pada tiga sentra pusat pembibitan di Suwung kota Denpasar, Gerokgak Kabupaten Buleleng dan dan Abang kabupaten Karangasem, ujar Agung Buana.
(ANT/A024)

Editor: AA Ariwibowo
Copyright © ANTARA 2010