Mengenal masa terbaik bahan makanan sebelum diolah

Mengenal masa terbaik bahan makanan sebelum diolah

Ilustrasi bahan makanan. (Pexels/Pixabay)

Jakarta (ANTARA) - Dokter ahli gizi Luciana Sutanto dari Indonesian Nutrition Association menyebutkan waktu bahan makanan terbaik untuk diolah khususnya sayur dan buah adalah setelah dipanen.

“Sayur dan buah yang baru dipanen sebaiknya segera diolah. Jangan disimpan terlalu lama,” kata dokter yang akrab disapa Luci tersebut dalam konferensi pers virtual, Selasa.

Dokter Luci mengatakan sayur dan buah yang baru dipanen memiliki tingkat nutrisi yang sangat baik untuk membantu tubuh mendapatkan gizi yang maksimal.

Berbeda dengan sayur dan buah yang sudah disimpan lebih dari 2 hari, tentunya sudah mengalami perubahan atau berkurang baik dari segi fisik hingga nutrisinya.

“Kita juga harus tahu cara menyimpan terbaik agar lebih awet ya sayur dan buahnya. Jangan tunggu sayur dan buah disimpan hingga akhirnya tidak segar baru dikonsumsi. Semakin baru dipanen, makanan memiliki gizi yang terbaik untuk tubuh,” kata Luci.

Sementara untuk bahan makanan berupa daging seperti ayam, ikan, dan sapi maksimal disiapkan 14 hari sebelum diolah menjadi makanan.

Hal itu disampaikan oleh Chef Yudha Bustara dalam acara yang sama.

“Kalau untuk ikan, dan daging lainnya yang dimasukkan ke freezer sebelum diolah, itu jangan sampai sebulan lah. Maksimal itu 7-14 hari,” kata Yudha.

Meski demikian daging yang baru dipotong dan segera diolah lebih direkomendasikan sehingga gizinya lebih maksimal untuk dikonsumsi.

Mengenal waktu terbaik untuk mengolah makanan juga menjadi kunci untuk mendukung lingkungan yang berkelanjutan.

Salah satu yang menjadi kunci pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan adalah tidak adanya food waste atau makanan yang terbuang sia-sia.

Seluruh bagian makanan mulai dari bahan hingga setelah diolah dapat secara maksimal digunakan dan bermanfaat.

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui masa terbaik untuk bahan- bahan makanan seperti buah, sayur, dan daging dibeli sebelum akhirnya disajikan menjadi olahan makanan dan minuman.

Indonesia pun menargetkan pengelolaan industri hingga lingkungan berkelanjutan dapat tercapai pada 2030.



Baca juga: Hindari limbah makanan, Electrolux rilis "ultimate taste" untuk kulkas

Baca juga: Menu Ramadhan - Sirloin steak dengan saus chimicurri

Baca juga: Laporan terbaru UNEP, 931 juta ton makanan berakhir jadi limbah


Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Indonesia rugi Rp551 triliun per tahun akibat sampah makanan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar