Denpasar (ANTARA News) - Badan Lingkungan Hidup Provinsi Bali segera akan merangkul pemerintah kabupaten/kota di daerah ini untuk mengajak warga masyarakat menghindari sedini mungkin penggunaan plastik sebagai pembungkus.

"Masing-masing kabupaten/kota diharapkan membuat spanduk tentang imbauan tersebut untuk dipasang di tempat-tempat strategis," kata Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Bali, Anak Agung Gede Alit Satrawan, di Denpasar, Minggu.

Ia mengatakan, pemerintah kabupaten/kota juga diharapkan segera memasang papan pengumuman untuk mengganti alat pembungkus pelastik dengan kertas atau daun di pasar-pasar tradisional.

"Imbauan serupa juga ditujukan kepada pusat-pusat perbelajaan untuk menghindari penggunaan plastik, sebagai upaya mewujudkan Bali menjadi provinsi hijau, bersih dan bebas dari sampah plastik," ujar Alit Sastrawan.

Keberhasilan mewujudkan sasaran tersebut sangat membutuhkan dukungan dan kesadaran semua pihak untuk menumbuhkan perilaku hidup bersih di lingkungan masing-masing.

"Bali memasang target untuk bisa bebas dari sampah plastik pada tahun 2013. Kami gencar melakukan kampanye Bali bebas sampah plastik. Ini sudah menjadi komitmen bersama baik instansi pemerintah maupun pemangku kepentingan dalam upaya mewujudkan Bali yang bersih, sehat, hijau dan lestari," katanya.

Upaya tersebut disertai dengan segera merancang Peraturan Daerah (Perda) tentang Sampah, menindaklanjuti Undang-Undang No.18 tahun 2008 tentang Sampah sekaligus mendukung pencanangan Bali menjadi provinsi bersih dan hijau.

Penyusunan Ranperda tersebut berkoordinasi dengan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait, termasuk pemkab/pemkot yang akan menindaklanjuti, karena masalah sampah menjadi urusan dan kewenangan pemkab/pemkot.

Dalam perda tersebut, bagi perusahaan atau sekelompok masyarakat yang menghasilkan sampah wajib melakukan pemilahan. Dari pemilahan tersebut sampah-sampah organik dapat dijadikan pupuk dan sampah plastik bisa memberikan nilai ekonomis.

Selain itu, Pemprov Bali mulai tahun 2011 akan menyediakan bantuan sosial untuk kelompok-kelompok masyarakat yang mempunyai kepedulian tinggi terhadap pelestarian lingkungan dan kebersihan di Pulau Dewata.

Bansos tersebut diharapkan mampu menumbuhkan peranserta dan swadaya masyarakat dalam bidang kebersihan dan kelestarian lingkungan, harap Alit Sastrawan.
(T.I006/R014/P003)

Editor: Priyambodo RH
Copyright © ANTARA 2010