Menhan: Kita akan modernisasi alutsista bagi TNI

Menhan: Kita akan modernisasi alutsista bagi TNI

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (kanan) dan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (kiri) memberikan keterangan terkait KRI Nanggala 402 yang mengalami hilang kontak saat konferensi pers di Lanud I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Kamis (22/4/2021). ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/hp/pri.

Akan melaksanakan modernisasi alutsista untuk tiga angkatan dan kita akan dilakukan dengan satu upaya komprehensif dan upaya yang efisien mungkin tadi kita ingin punya TNI yang handal
Badung (ANTARA) -
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengatakan bahwa akan memodernisasi alutsista TNI bagi tiga matra yaitu TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Udara dan TNI Angkatan Laut.
 
"Akan melaksanakan modernisasi alutsista untuk tiga angkatan dan kita akan dilakukan dengan satu upaya komprehensif dan upaya yang efisien mungkin tadi kita ingin punya TNI yang handal," kata Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dalam konferensi pers di Base Ops Lanud Ngurah Rai, Badung, Bali, Kamis.

Baca juga: Kasal: Kemampuan oksigen KRI Nanggala diperkirakan bertahan 72 jam
 
Ia mengatakan bahwa saat ini sedang merumuskan pengelolaan pengadaan alutsista untuk lebih tertib lebih efisien tapi kita memang perlu meremajakan alutsista kita. Kata dia, kondisi sekarang ini mendesak dan kita harus modernisasi alutsista lebih cepat lagi.
 
"Saya yakin bahwa dalam waktu dekat perlengkapan bisa kita modernisasi untuk tiga matra darat laut dan udara tapi saya garis bawahi biar rakyat juga tahu, perjuangan anak kita untuk menjaga kedaulatan negara itu sangat penuh tantangan setiap hari mereka hadapi bahaya. Karena itulah kita mohon semua masyarakat kita marilah kita berdoa bahwa anak-anak kita bisa segera ditemukan," katanya.
 
Ia mengatakan bahwa saat ini juga sedang merencanakan adanya armada baru, armada yang mutakhir. Akan tetapi tetap memanfaatkan alutsista sebaik mungkin. Kata dia, alat apapun dalam pekerjaan di tiga matra menghadapi unsur bahaya yang sangat besar. Jadi kemungkinan kecelakaan di darat, laut dan udara itu adalah way of life daripada tentara.
 
Dikatakannya bahwa risiko pekerjaan TNI ya menghadapi bahaya setiap hari. "Latihan perang, latihan biasa atau patroli biasa saja sudah mengandung bahaya, ada kapal kita yang kena ombak yang sangat keras yang pecah di tengah laut. Jadi bukan latihan saja, matranya semua ini mengandung bahaya," katanya.
 
Sementara itu, selanjutnya akan mengadakan tiga kapal selam baru dari Korea Selatan. Kata dia, saat ini masih terus diadakan uji coba dan rencananya akan menambah kapal selam. Masalah operasi kapal selam adalah berupa operasi atau suatu bidang peperangan yang paling kompleks dan sulit.

Sebelumnya, pada Rabu (21/04) pukul 03.45 WIB KRI Nanggala melaksanakan penyelaman. Kemudian pukul jam 04.00 melaksanakan penggenangan peluncur torpedo nomor 8 dan bukan rudal. Kemudian, itu merupakan komunikasi terakhir dengan KRI Nanggala pada pukul 04.25 Wita saat komandan gugus tugas latihan akan memberikan otorisasi penembakan torpedo.

Saat ini sudah ada 5 KRI dan satu helikopter yang melakukan operasi pencarian dengan kekuatan yang lebih dari 400 orang kemudian juga KRI Rigel (933) saat ini juga sedang bergerak yang dulu pernah dilibatkan pada pencarian Sriwijaya Air.


Baca juga: Korea Selatan siap dukung pencarian KRI Nanggala, jika diminta
Baca juga: Pakar kelautan ITS analisa dugaan KRI Nanggala-402 hilang kontak

Pewarta: Ayu Khania Pranishita
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Modernisasi Alutsista TNI di 2018

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar