Ambon (ANTARA News) - Kapal peneliti Amerika Serikat, Okeanos Explorer, batal ke Maluku untuk melakukan penelitian tentang kondisi laut dan aneka sumber daya hayati laut di sejumlah perairan di daerah itu karena jadwalnya yang padat.

"Lokasi penelitian kapal Okeanos Explorer telah terjadwal dengan padat sehingga tidak bisa difasilitasi ke Maluku," kata Dirjen Pengawasan dan Pengendalian Sumberdaya Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Aji Soelarso ketika dikonfirmasi ANTARA, di Ambon, Rabu.

Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad telah berkoordinasi untuk mengarahkan kapal Okeanos Explorer yang bertolak dari Amerika Serikat pada Juni 2010, tapi jadwal penelitian di lokasi telah diputuskan tidak bisa dibatalkan.

"Jadinya akan dikerahkan kapal peneliti dari Badan Pengkajian Penerapan Teknologi (BPPT) yang nantinya melakukan penelitian di Maluku," ujar Aji.

Dia memandang perlu dilakukan penelitian kondisi laut dan potensi aneka sumber daya hayati perairan Maluku agar memiliki data akurat yang bisa dimanfaatkan untuk penentuan program pengembangan strategis guna pengelolaan di masa mendatang.

"Datanya juga dibutuhkan investor untuk menanamkan modalnya di Maluku sekiranya potensi sumber daya hayati laut dari masing - masing perairan telah diketahui sehingga mendorong percepatan pengelolaan dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir," katanya.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad mengatakan, kapal Okeanos Explorer membawa misi National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), guna meneliti sejauh mana kondisi laut Indonesia dan permasalahannya.

NOAA melalui kapal tersebut akan memberikan informasi kepada masyarakat dengan menggunakan pemahaman yang komprehensif terhadap peranan laut, pantai, dan atmosfer ekosistem dunia.

Selain itu mendapatkan hasil observasi dari satelit ke radar guna memberikan data kualitas dan informasi perairan di Indonesia.
(L005/B010)

Editor: Bambang
Copyright © ANTARA 2010