Imigrasi: Tidak ada eksodus WNA India ke Riau

Imigrasi: Tidak ada eksodus WNA India ke Riau

Dua orang imigran ilegal asal India yang menjadi deteni dikeluarkan sementara saat penyemprotan disinfektan di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Pekanbaru, Riau, Kamis (2/4/2020). Seluruh fasilitas Lembaga Pemasyarakatan, Rumah Tahanan hingga Rudenim di lingkungan Kanwil Hukum dan HAM Riau melakukan penyemprotan disinfektan serentak untuk mencegah penyebaran pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/FB Anggoro/20. (ANTARA FOTO/FB Anggoro)

Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Riau tutup, sehingga tidak ada WNA yang datang langsung dari luar negeri.
Pekanbaru (ANTARA) - Divisi Imigrasi Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Riau menyatakan tidak terdeteksi ada warga negara asing (WNA) asal India yang melakukan eksodus ke Provinsi Riau.

Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Riau, Muhammad Tito Andrianto di Pekanbaru, Jumat, mengatakan Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Riau tutup, sehingga tidak ada WNA yang datang langsung dari luar negeri.

"TPI di Riau tutup dan tidak ada WNA yang datang langsung dari luar negeri," katanya.

Saat kunjungan kerja ke Pekanbaru, Kamis (22/4), Kepala BNPB sekaligus Ketua Satgas COVID-19, Doni Munardo meminta Ditjen Imigrasi dan Kementerian Luar Negeri langsung bertindak cepat terkait informasi WNA India masuk ke Indonesia akibat lonjakan kasus COVID-19 di negara itu sudah tidak terkendali.

"Saya baru tahu nih ada WNA bisa masuk ke Indonesia. Ini informasi penting tolong didalami karena kita ini masih melakukan pelarangan WNA masuk, kecuali kalau dia punya KITAS (Kartu Izin Tinggal Terbatas-Red), di luar itu tidak boleh," kata Doni

Ia mengatakan tindakan cepat perlu diambil sebelum terjadi eksodus orang Indoa besar-besaran ke daerah-daerah. Padahal, pemerintah kini sudah melarang mudik Lebaran untuk warganya.

"Dirjen Imigrasi dan Kemenlu, tolong jangan sampai kita membiarkan kedatangan WNA, satu sisi mudik tidak boleh tapi ada WNA yang difasilitasi," katanya.

Informasi tentang masuknya WNA India ke Indonesia diungkap oleh Kasubdit Karantina Kesehatan Ditjen P2P Kemenkes, dr Benget dalam rapat bersama tim Satgas COVID-19 Riau. Rapat berlangsung di Balai Serindit yang dipimpin langsung Kepala BNPB, Doni Munardo dan Gubernur Riau, Syamsuar.

"Pertama terkait ada kedatangan WNI dan WNA. Kemarin sudah banyak warga India masuk ke Indonesia, banyak sekali," katanya.

Menurut dia, WNA India masuk ke Indoensia melalui jalur udara dan mendarat di Bandara Soekarno-Hatta. Kemenkes sudah mengkarantina WNA tersebut dengan ditempatkan di sebuah hotel untuk memudahkan pengawasan. dan dan dilakukan karantina oleh Kemenkes.

"Kami hari ini telah lakukan pemantauan perketat, karena informasi ada eksodus. Jadi untuk di Soekarno-Hatta kami telah minta mereka tempatkan satu hotel biar mudah mengawasi," katanya.

Selain melalui Bandara Soekarno-Hatta, WNA India juga sudah masuk di Samarinda.

"Sekarang India sedang 'tsunami' COVID-19 dan mereka masuk ke Jakarta sekarang. Di Samarinda sudah ada yang positif, jadi kami tadi sudah bahas dengan pimpinan untuk diperketat, kita mau tahu apakah ada varian baru," kata Benget sambil menambahkan WNA tersebut masuk memiliki KITAS. 

Baca juga: 12 penumpang pesawat asal India terkonfirmasi positif COVID-19

Baca juga: GTPP: Warga India pekerja PT Indah Kiat di Siak-Riau positif COVID-19

Baca juga: Positif COVID-19 Riau tembus 1.000, tiga di antaranya pegawai imigrasi

Baca juga: Satu warga India positif COVID-19 dirawat di Riau

 

Pewarta: FB Anggoro
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komisi III DPR nilai Kantor Imigrasi Batam benar tangani WN Myanmar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar