Jakarta (ANTARA News) - Partai Sarikat Indonesia meminang mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani (Direktur Pelaksana Bank Dunia) untuk menjadi calon presiden pada Pemilihan Umum 2014.

Keputusan itu diambil dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Sarikat Indonesia (PSI) yang berakhir Jumat di Jakarta.

Menurut Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSI Rahardjo Tjakraningrat, keputusan itu diambil karena Sri Mulyani adalah putra terbaik yang kini dimiliki bangsa Indonesia.

Dia menilai Sri Mulyani memiliki integritas, kapabelitas, dan berdedikasi tinggi untuk memperbaiki nasib bangsa ini.

Karena itu, PSI akan segera bersurat kepada Sri Mulyani yang kini berkantor di Washington DC, Amerika Serikat.

"Partai Sarikat Indonesia akan segera menindaklanjuti dengan mengirimkan surat kepada Sri Mulyani untuk meminta kesediaannya," kata Rahardjo menegaskan.

Rapimnas PSI juga menyampaikan rekomendasi lain terkait dengan persiapan Pemilu 2014 dan pembahasan perundang-undangan atau paket rancangan undang-undang (RUU) politik.

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan peserta Rapimnas PSI menetapkan langkah bahwa untuk menghadapi masa Pemilu 2014 partai ini akan kembali maju secara mandiri sebagai peserta pemilu jika secara perundangan-undangan memungkinkan untuk menjadi kontestan.

Sebagai konsekuensinya, PSI akan melakukan konsolidasi partai dengan memperbaiki dan melengkapi infrastruktur di seluruh jenjang kepemimpinan partai.

Bersamaan dengan itu, kata dia, PSI aktif menjajaki untuk memperoleh sumber penguatan partai yang memadai.

Rahardjo menegaskan bahwa konsolidasi partai sudah harus rampung sampai dengan 2011.

"Untuk kepastian ikut-tidaknya PSI dalam Pemilu 2014, menunggu hasil perubahan UU partai politik dan UU pemilu yang sedapat mungkin sudah dapat kepastian pada tahun 2012 agar kami miliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan diri," katanya.

Rahardjo yang belum lama ini terpilih menjadi Ketua Umum Syarikat Islam (SI) telah memutuskan untuk mengonsentrasikan diri memimpin ormas yang berusia cukup tua dalam sejarah perjuangan bangsa ini.

Sri Mulyani menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia sejak 1 Juni 2010.

Setelah mendapat tawaran untuk menjadi salah satu direktur pelaksana di bank itu, dia mengundurkan diri dari jabatannya sebagai menteri keuangan pada pertengahan Mei 2010. Kemudian, Agus Martowardojo menggantikan posisinya sebagai menteri keuangan hingga sekarang. (*)

(T.S023/(*)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2010