Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah akan menjaga distribusi dan pasokan bahan pokok sepanjang puasa dan lebaran untuk mencegah lonjakan harga akibat distribusi dan pasokan terganggu, demkian Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu di Kantor Presiden Jakarta, Senin.

Dia akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait dakan angkutan barang dan juga ketersediaan pasokan kebutuhan dalam upaya menjaga distribusi.

"Nanti jam 15:00 kami akan melakukan rapat koordinasi dengan semua pihak karena selain pasokan kita juga harus menjamin tidak ada gangguan distribusi," katanya.

Rapat koordinasi di Kementerian Perdagangan tersebut mengikutkan Organda, Kementerian Perhubungan, organisasi-organisasi pengangkutan barang dan pihak terkait lainnya.

"Jadi hari demi hari kita lakukan koordinasi seperti yang dilakukan setiap tahun. Untuk mencegah gangguan pasokan, jadi tidak ada masalah dalam puasa maupun lebaran," tegasnya.

Sementara itu untuk menjaga lonjakan harga kebutuhan pokok khususnya beras, Mendag meminta Perum Bulog untuk langsung melakukan operasi pasar bila dipandang perlu tanpa menunggu instruksi Kementerian Perdagangan.

Menururtnya, Bulog memiliki persediaan beras 500.000 ton sehingga sewaktu-waktu dapat melakukan operasi pasar.

"Saat ini untuk kita lihat stok semua barang beras, gula, migor, daging dan lain sebagainya itu stoknya cukup. Jadi tidak perlu khawatir stoknya tidak cukup. Itu juga penting kami tegaskan," kata Mari.

Harga komoditas beras harus dijaga karena berdampak pada inflasi cukup besar, selain itu porsi pengeluaran masyarakat untuk membeli beras juga cukup besar.(*)

P008/S004/AR09

Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2010