Pulang dari luar negeri, pekerja migran Pamekasan isolasi di Surabaya

Pulang dari luar negeri, pekerja migran Pamekasan isolasi di Surabaya

Rakor terbatas antara Dinkes Pamekasan dengan BPBD Pamekasan, Madura, Jawa Timur di Pamekasan, Kamis (29/4/2021) membahas tentang persiapan pemulangan pekerja migran Indonesia (PMI) asal Pamekasan dari Malaysia dan Singapura. (FOTO ANTARA/Abd Aziz)

Kalau dari Pamekasan ini, dari informasi yang disampaikan Pemprov Jatim kepada kami, umumnya merupakan pekerja migran Indonesia yang bekerja di Malaysia dan Singapura
Pamekasan, Jatim (ANTARA) - Sebanyak 44 pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur yang baru tiba dari tempat kerjanya di luar negeri, kini menjalani isolasi di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya.

"Pekerja migran Indonesia itu diiIsolasi di Surabaya selama dua hari, dan setelah itu, akan menjalani isolasi lanjutan di Kabupaten Pamekasan selama tiga hari," kata Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Pamekasan dr Nanang Suyanto di Pamekasan, Kamis.

PMI yang berjumlah 44 orang itu, dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Pamekasan, atara lain dari Kecamatan Batumarmar, Pasean, Waru dan Kecamatan Palengaan.

Dinkes Pamekasan, kata dia, saat ini tengah berkoordinasi dengan tim Satgas COVID-19 setempat, guna menyambut kedatangan PMI itu di Kabupaten Pamekasan setelah selesai menjalani isolasi di Surabaya.

"Isolasi di Surabaya itu, sebagai pendataan dari semua PMI dari sejumlah kabupaten/kota di Jawa Timur," katanya.

Sebanyak 44 PMI yang menjalani isolasi itu merupakan sebagian dari total 404 PMI yang tiba di Bandara Internasional Juanda, dari sejumlah negara yang kini menjalani isolasi di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya.

"Kalau dari Pamekasan ini, dari informasi yang disampaikan Pemprov Jatim kepada kami, umumnya merupakan pekerja migran Indonesia yang bekerja di Malaysia dan Singapura," katanya.

Sementara itu, lokasi isolasi bagi PMI yang pulang dari Malaysia dan Singapura itu akan ditempatkan di Islamic Center Pamekasan.

"Di hari terakhir akan dilakukan tes usap, dan apabila ada yang positif, maka langsung diisolasi di RSUD Pamekasan," katanya.

Jika negatif, maka petugas akan meminta mereka melakukan isolasi mandiri di rumahnya masing-masing selama 14 hari, dan akan dipantau selama waktu yang telah ditentukan itu, demikian Nanang Suyanto.


Baca juga: Jatim siapkan skema sambut 14 ribu pekerja migran Indonesia

Baca juga: Gubernur Khofifah beri kelonggaran buruh migran-santri mudik lebaran


Baca juga: Sembilan pekerja migran dideportasi dari Sabah terpapar COVID-19

Baca juga: Satgas daerah diminta solid karantina pekerja migran sesuai ketentuan

Pewarta: Abd Aziz
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021

BP2MI: 80% tenaga migran ilegal korban sindikat

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar