Pemprov Papua imbau masyarakat tidak terprovokasi isu sabotase

Pemprov Papua imbau masyarakat tidak terprovokasi isu sabotase

Sekda Provinsi Papua Dance Yulian Flassy (ANTARA News Papua/Hendrina Dian Kandipi)

Jayapura (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua mengimbau masyarakat di wilayahnya tidak terprovokasi isu sabotase atas terganggunya jaringan komunikasi akibat putusnya kabel optik bawah laut milik Telkom di Perairan Sarmi.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua Dance Yulian Flassy kepada Antara di Jayapura, Sabtu mengatakan persoalan internet, yakni putusnya kabel optik bawah laut sekitar 700 kilo meter dari Perairan Sarmi tersebut, merupakan kejadian yang memaksa.

"Meskipun membuat komunikasi di Jayapura terganggu, namun di wilayah selatan, seperti Timika dan Asmat tidak terpengaruh," katanya.

Menurut Dance, terkait keadaan memaksa ini sedang dikomunikasikan oleh pihaknya bersama PT Telkom Papua.

"Kami berharap hal ini tidak mengganggu pelayanan publik bagi masyarakat, apalagi menjelang Hari Raya Idul Fitri," ujarnya.

Dia menjelaskan pihaknya sudah menginstruksikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Papua untuk berkoordinasi dengan PT Telkom setempat agar hal ini dapat segera dicari solusinya.

"Jika jaringan komunikasi terputus atau terganggu dalam waktu lama dapat menganggu penyelenggaraan pemerintahan," katanya.

Dia menambahkan sekali lagi diharapkan masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi dengan hal-hal yang belum tentu kebenarannya.

Pewarta: Hendrina Dian Kandipi
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Pemprov Papua kucurkan Rp30 Miliar untuk kebutuhan darurat RS

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar