Rencana pembangunan dua waduk di Bogor alami perubahan desain

Rencana pembangunan dua waduk di Bogor alami perubahan desain

Kepala Bagian Administrasi Pembangunan (Adbang) Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bogor, Ajat Rohmat Jatnika di Cibinong, Bogor, Jawa Barat. ANTARA/M Fikri Setiawan.

Cibinong, Bogor (ANTARA) - Dua waduk yang akan dibangun di wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yakni Cibeet dan Cijuray mengalami perubahan desain menjadi lebih luas dari rencana semula.

"Waduk Cijuray direvisi DED-nya (Detail Engineering Design), luas lahan yang sebelumnya 70 hektar, kini hampir 200 hektar. Waduk Cibeet juga dari 1.000 hektar jadi 1.300 hektar," ungkap Kepala Bagian Administrasi Pembangunan (Adbang) Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bogor, Ajat Rohmat Jatnika di Cibinong, Bogor, Senin (3/5).

Menurutnya, hasil revisi desain yang dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) itu membuat pembiayaan pembangunan yang sedikit, Waduk Cijuray diperkirakan membutuhkan anggaran senilai Rp1 triliun, sedangkan Waduk Cibeet sekitar Rp50 miliar.

Ajat menyebutkan, kini Pemkab Bogor masih harus terus melakukan sosialisasi terhadap pembebasan lahan pembangunan waduk yang berlokasi di sebelah timur Kabupaten Bogor itu.

Baca juga: Pemkab Bogor kedepankan wisata olahraga untuk pulihkan ekonomi

Pembangunan dua waduk itu membutuhkan luasan lahan cukup besar dan akan memakan sebagian areal persawahan petani sekitar. Pasalnya, Kementerian PUPR tidak bisa membangun jika lahan belum dibebaskan.

Kini Pemkab Bogor masih melakukan pengenalan terhadap lahan yang ada. Ajat berharap pembebasan lahan dapat diselesaikan oleh Pemkab Bogor akhir tahun ini, sehingga bisa dilanjut pembangunan oleh Kementerian PUPR.

“Jika pengenalan lahan sudah selesai, maka kami diharapkan pekerjaan fisiknya bisa dilakukan akhir tahun ini,” kata Ajat.

Sebagai informasi, pembangunan dua waduk tersebut adalah murni usulan dari Pemkab Bogor. Waduk tersebut akan difungsikan sebagai wadah penampung air di kala hujan untuk mengairi sawah, sekaligus kantung air pencegah banjir.

Baca juga: DPRD Bogor minta Pemkab antisipasi lonjakan harga bahan pokok
 

Pewarta: M Fikri Setiawan
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Keterisian RS rujukan COVID-19 di Kota Bandung menurun

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar