Bandarlampung (ANTARA News) - Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) mengatakan penyalahgunaan narkoba dan pornografi/pornoaksi merupakan ancaman dan tantangan bangsa ini.

"Gambaran dampak negatif penyalahgunaan narkoba di Tanah Air saat ini sangat mengkhawatirkan," kata Ketua Umum DPP LDII, Abdullah Syam, pada acara Musda V DPD LDII Provinsi Lampung, di Bandarlampung, Rabu.

Ia menyebutkan, kecenderungan kejahatan tersebut semakin meningkat dari tahun ke tahun baik dari jumlah, pengedar, maupun produsen.

Selain itu, lanjut dia, modus operandinya semakin canggih sehingga sulit untuk dideteksi.

"Artinya, jumlah tersangka dan barang bukti tiap tahun meningkat," katanya.

Korban penyalahgunaan narkoba, lanjut dia, bukan hanya di kota-kota besar tetapi juga telah masuk pelosok perdesaan.

"Korban bukan hanya usia dewasa atau remaja, tetapi juga menimpa anak-anak," ujarnya.

Selain narkoba ancaman bangsa lainnya berupa pornografi dan pornoaksi terutama di kalangan artis yang beritanya cukup menghebohkan dalam beberapa pekan terakhir.

Karena itu, sambungnya, semua pihak harus memerangi penyalahgunaan narkoba karena jika lengah akan berdampak negatif bagi generasi muda.

Guna memerangi bahaya narkoba itu LDII bersama instansi terkait seperti Badan Narkotika Nasional (BNN) sejak 2006 hingga sekarang terus melakukan penyuluhan penanggulangan dan penyalahgunaan narkoba.

Caranya dengan menggelar dialog di beberapa tempat dengan sejumlah lapisan masyarakat terkait bahaya narkoba tersebut.

Terkait dengan pornografi yang diunduh melalui internet, Ketua Umum DPP LDII itu lebih lanjut menjelaskan, beberapa waktu lalu DPP LDII bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika mengadakan pelatihan "internet sehat" yang diikuti 70 peserta.

Sementara itu, ratusan pelajar di Bandarlampung mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Gerakan Anti Narkoba-HIV dan Aids di Sekolah (Ganas) tingkat SMA/SMK se-Bandarlampung.

Sekretaris Kota Bandarlampung, Sudarno Eddi mengatakan, masalah penyalahgunaan narkoba-HIV/AIDS merupakan masalah sangat serius terutama bagi negara-negara berkembang termasuk Indonesia.

Untuk itu, katanya, diperlukan upaya antisipasi secara seksama seperti bimtek gerakan anti narkoba-HIV AIDS di sekolah.

Menurut dia, antara penyalahgunaan narkoba, penyimpangan hubungan seksual dan HIV/AIDS memiliki korelasi yang signifikan.

Karena itu, lanjut dia, para pelajar harus memahami dengan baik hubungan ketiga masalah tersebut sebab seseorang yang telah memiliki ketergantungan narkoba akan memiliki kecenderungan seks bebas.(*)
(T.A054/R009)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2010