Larangan mudik, BPJT berharap penambahan personel dalam penyekatan tol

Larangan mudik, BPJT berharap penambahan personel dalam penyekatan tol

Personel kepolisian mengecek dokumen pengendara dalam operasi penyekatan di jalan tol sebagai tindak lanjut kebijakan Larangan Mudik Lebaran 1442 H. ANTARA /HO-Jasa Marga

... Ke depannya, kami berharap adanya penambahan jumlah personel di lapangan agar tidak terjadi antrean panjang
Jakarta (ANTARA) - Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berharap adanya penambahan jumlah personel lapangan di titik-titik penyekatan jalan tol selama larangan mudik 2021.

"Kita sama-sama melihat penyekatan di GT Cikarang Barat pelaksanaannya sudah cukup baik. Sempat terjadi kepadatan menjelang check point karena petugas melakukan pengecekkan dokumen satu per satu untuk memastikan tidak ada yang melanggar. Ke depannya, kami berharap adanya penambahan jumlah personel di lapangan agar tidak terjadi antrean panjang,” ujar Sekretaris BPJT Kementerian PUPR Triono Junoasmono dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Menurut Triono, BPJT juga turut mendukung perihal pelaksanaan kebijakan peniadaan mudik pada 2021.

Anggota Komisi V DPR RI Bambang Hermanto bersama Sekretaris BPJT Kementerian PUPR Triono Junoasmono meninjau kesiapan rencana operasional Hari Raya Idul Fitri 1442 H di sejumlah Jalan Tol Trans Jawa yang didampingi oleh Direktur Operasi PT Jasa Marga (Persero) Tbk Fitri Wiyanti.

Kunjungan kerja Komisi V DPR RI bersama Sekretaris BPJT tersebut diawali dari Posko Check Point Pengendalian Transportasi di Km 31 Cikarang Barat dan Km 47 Jalan Tol Jakarta Cikampek arah Cikampek dan berakhir di Posko Check Point Gerbang Tol (GT) Palimanan.

“Hari ini kami bersama Jasa Marga dan BPJT, telah memantau secara langsung penerapan peraturan Menteri Perhubungan yang saat ini sedang diberlakukan, yaitu terkait peniadaan mudik. Hal ini terbukti saat kami melihat langsung di posko pengendalian transportasi yang pertama, di Cikarang Barat, banyak mobil yang diputar balik ke arah Jakarta karena persyaratan dokumen yang tidak lengkap untuk melakukan perjalanan sesuai dengan prosedur,” kata Bambang Hermanto.

Sementara itu Direktur Operasi Jasa Marga Fitri Wiyanti menyampaikan rasa terima kasihnya atas kunjungan kerja yang sudah dilakukan oleh Komisi V DPR RI dan BPJT.

“Saya mengucapkan terima kasih banyak atas kegiatan yang dilaksanakan, terutama dalam melihat kesiapan Jasa Marga dalam mendukung penuh operasional di jalan tol masa peniadaan mudik tahun ini," kata Fitri.

Kunjungan kerja tim Jasa Marga siaga berlanjut hingga Jawa Timur dengan melakukan pengecekkan sejumlah lokasi-lokasi check point yang terletak di ruas Jalan Tol Jasa Marga Group di sepanjang Jalan Tol Trans Jawa, di antaranya GT Kalikangkung Jalan Tol Batang-Semarang, Km 527A dan Akses Keluar Ngawi, Km 579A dan Akses Keluar Sragen Jalan Tol Solo-Ngawi, Akses Keluar Madiun Jalan Tol Ngawi-Kertosono hingga Akses Keluar Singosari Jalan Tol Pandaan-Malang.

Baca juga: Menhub sebut penumpang di stasiun dan terminal turun signifikan

Baca juga: Polisi telah putar balik 836 kendaraan pemudik di Kabupaten Bandung

Baca juga: Wakapolri imbau masyarakat patuhi kebijakan pemerintah melarang mudik


 

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Pelarangan mudik selesai, Bandara Malikussaleh dipadati penumpang

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar