Jakarta (ANTARA News) - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akan menerjunkan tim investigasi setelah evakuasi dan pencarian korban oleh Badan SAR Nasional terhadap korban tenggelamnya KM Trisal Pratama di Perairan Selayar, Sulawesi Selatan, tuntas.

Juru bicara KNKT JA Barata, Kamis, mengakui, kecelakaan itu terjadi di tengah laut dan sesuai ketentuan, harus diselidiki KNKT untuk diketahui penyebabnya.

"Kami baru bisa menerjunkan investigator setelah proses evakuasi dan pencarian korban yang hilang oleh Badan SAR dinyatakan dihentikan. Yang kami lakukan saat ini, sebatas mengumpulkan data dari Jakarta," katanya.

Informasi yang dikumpulkan KNKT menyebutkan, KM Indi Matam V dengan bobot mati 702 gros ton (GT) yang berlayar dari Pelabuhan Serui ke Pelabuhan Sunda Kelapa dan bermuatan besi tua, bertabrakan dengan KM Trisal Pratama berbobot mati 1.252 GT.

KM Trisal berlayar dari Pelabuhan Makassar ke Pelabuhan Atapupu dan bermuatan semen.

Ketika berada sekitar Perairan Selat Selatan, sekitar 8,5 mil sebelah barat Pantai Pasitanete Sulawesi Selatan, Rabu (4/8) pukul 02.35 waktu setempat, terjadi tabrakan. di koordinat 05.43.35 LS dan 120.21.05 LT, kata Barata.

Akibatnya, 18 orang kru kapal tenggelam, tapi 11 orang berhasil diselamatkan, sedangkan tujuh lainnya dinyatakan hilang dan hingga kini masih dicari SAR.

JA Barata menambahkan, tim investigasi dari KNKT akan mengumpulkan data untuk mencari penyebab terjadinya tabrakan.

Pencarian menyangkut data kapal tenggelam, rekaman cuaca ketika kejadian, pola pemberangkatan kedua kapal yang bertabrakan, daftar manifest dan posisi koordinat kapal.(*)

E008/S006/AR09

Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2010