Bertambah 32 orang, warga Aceh sembuh COVID capai 10.183 orang

Bertambah 32 orang, warga Aceh sembuh COVID capai 10.183 orang

Personel gabungan Polri, TNI dan Satpol PP memberikan masker gratis kepada seorang pedagang saat pengawasan pusat keramaian di Pasar Aceh, Banda Aceh, Aceh, Kamis (6/5/2021). Polda Aceh mengintensifkan pengawasan menjelang Idul Fitri di sejumlah pusat keramaian untuk penegakan disiplin protokol kesehatan dan selain imbauan agar warga mengenakan masker dan menjaga jarak guna mencegah penyebaran COVID-19. (ANTARA FOTO/Ampelsa)

Penderita sembuh bertambah l32 orang, dengan kasus positif baru bertambah 128 orang
Banda Aceh (ANTARA) - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Aceh melaporkan penambahan 32 warga positif terinfeksi virus corona di provinsi setempat yang dinyatakan sembuh per Rabu ini, sehingga total pasien sembuh mencapai 10.183 orang.

"Penderita sembuh bertambah lagi 32 orang,  dengan kasus positif baru yang bertambah 128 orang," kata Juru Bicara COVID-19 Aceh Salfullah Abdulgani di Banda Aceh, Rabu.

Dia menjelaskan puluhan pasien sembuh itu meliputi warga Kabupaten Pidie 17 orang, warga Kabupaten Aceh Tamiang 10 orang dan lima warga Kabupaten Bireuen.

Baca juga: Satgas: Rumah sakit rujukan COVID di Aceh nyaris penuh

Sementara 128 kasus positif baru meliputi warga Banda Aceh 30 orang, Kota Langsa 26 orang, Pidie 15 orang, Lhokseumawe 15 orang, Aceh Besar 10 orang, Aceh Tamiang tujuh orang dan Aceh Utara enam orang.

"Sementara warga Aceh Singkil dan Aceh Timur empat orang, Pidie Jaya, Nagan Raya dan Aceh Barat masing-masing dua orang, Sabang dan Gayo Lues satu orang serta tiga lainnya warga luar daerah Aceh," katanya.

Hingga kini, secara akumulatif kasus COVID-19 di Aceh telah mencapai 12.126 orang, di antaranya para penyintas yang telah sembuh sebanyak 10.183 orang, pasien masih dirawat 1.456 orang dan penderita yang meninggal dunia sudah mencapai 484 orang.

Baca juga: Pengelola dan pengunjung warkop di Banda Aceh dites usap antigen

"Penderita COVID-19 meninggal dunia bertambah tiga orang dalam 24 jam terakhir yakni warga Pidie dua orang dan satu orang warga Aceh Utara," katanya.

Menurut Jubir yang akrab disapa SAG itu, penambahan penderita COVID-19 yang sembuh patut disyukuri, namun lonjakan kasus baru setiap harinya juga harus menjadi perhatian masyarakat untuk terus disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Warga diminta untuk terus memakai masker, menjaga jarak, mengindari kerumunan, mencuci tangan dan meminimalisir bepergian ke suatu tempat, dalam upaya menekan lonjakan kasus positif COVID-19 pasca lebaran Idul Fitri 1442 hijriah.

Baca juga: Vaksinasi COVID-19 bagi lansia Aceh capai 3.730 orang

"Angka kesembuhan di Aceh saat ini sekitar 85 persen. Sedangkan angka kesembuhan nasional sekitar 91,5 persen per 9 Mei 2021. Kita harus bekerja sama dan berusaha keras menekan angka kematian dan meningkatkan angka kesembuhan pasien COVID-19 di Aceh,” katanya.

Sebelumnya Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Aceh menyatakan masyarakat Aceh sudah longgar dalam menerapkan protokol kesehatan sehingga tidak tertutup kemungkinan akan terjadi lonjakan kasus COVID-19 gelombang kedua.

Baca juga: Bertambah 100 orang, positif COVID-19 di Aceh capai 11.802 kasus

“Tanpa kerjasama kita semua, gelombang kedua (COVID-19) yang biasanya lebih besar dari gelombang pertama akan terjadi di Aceh,” kata Ketua IDI Aceh dr Safrizal Rahman.

Menurut dia dalam beberapa bulan terakhir penambahan kasus COVID-19 di Aceh di bawah angka 10 orang, namun kini kasus baru rata-rata bertambah di atas angka 50 orang.

Safrizal mengatakan lonjakan drastis itu karena masyarakat sudah mulai abai terhadap terhadap COVID-19. Sejak beberapa bulan terakhir kasus warga terinfeksi sudah mulai menurun sehingga protokol kesehatan tidak lagi menjadi perhatian.

Baca juga: Kapolda Aceh ingatkan warga patuhi kebijakan larangan mudik

Pewarta: Khalis Surry
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kilas NusAntara Siang

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar