Washington (ANTARA News) - Amerika Serikat dan Korea Selatan akan melakukan latihan anti-kapal selam bersama di Laut Kuning, September, untuk mengirim "pesan yang jelas" kepada Pyongyang, demikian Pentagon mengumumkan Rabu.

Latihan itu merupakan bagian dari serangkaian latihan yang dilakukan oleh kedua sekutu tersebut sejak Maret lalu, ketika sebuah kapal perang Korea Selatan hancur di Laut Kuning di sisi barat Semenanjung Korea, yang menewaskan 46 orang.

"Kami akan meneruskan serangkaian latihan yang bersifat defensif dan dirancang untuk mengirim pesan jelas kepada Korea Utara," kata juru bicara Pentagon Bryan Whitman.

"Latihan yang akan datang dalam rentetan itu akan dipusatkan pada latihan perang anti-kapal selam. Latihan itu akan diadakan di perairan di lepas pantai barat Semenanjung Korea dan akan mulai awal bulan depan."

Kedua sekutu itu telah menggerakkan latihan bersama pertama mereka setelah tenggelamnya Cheonan dari Laut Kuning ke sisi timur Semenanjung Korea setelah Beijing menyampaikan kecemasannya akan "ketegangan regional".

Whitman menguraikan latihan anti-kapal selam itu akan diadakan di perairan internasional dan dirancang untuk meningkatkan kesiapan dan efisiensi pasukan Amerika dan Korea Selatan untuk membela diri mereka dari serangan di bawah permukaan air.

"Latihan ini mengirim pesan jelas kpada Korea Utara bahwa AS berkomitmen pada pertahanan Republik Korea. Komitmen kami tegas," jelas juru bicara Pentagon itu.

"Latihan ini ditujukan untuk menghalangi Korea Utara melakukan serangan yang membuat tak stabil pada masa yang akan datang seperti yang terjadi pada Cheonan."

Dengan menyebut penyelidikan internasional, Seoul menyalahkan tenggelamnya kapal perang itu pada serangan torpedo oleh sebuah kapal selam Korea Utara, tuduhan yang Pyongyang bantah dengan sengit.

Latihan militer yang melibatkan AS di Laut Kuning merupakan isu yang sensitif karena dekatnya kawasan itu dengan China dan perbatasan laut yang diperselisihkan antara Korea Selatan dan Utara.

China, sekutu terdekat Korea Utara dan sumber paling penting ekonominya dan bantuan lainnya, telah menolak mengktitik Pyongyang perihal Cheonan dan berulang kali memperingatkan Washington dan Seoul terhadap latihan itu.

Korea Selatan dan AS sekarang ini terlibat dalam latihan terakhir mereka, putaran latihan perang 10 hari yang melibatkan puluhan ribu tentara yang telah dimulai Senin lalu.

Pekan lalu, Korea Selatan mengadakan latihan anti-kapal selam di Laut Kuning -- tapi tanpa keterlibatan AS.
(S008/B002)

Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2010