Masyarakat diajak bantu gerakkan UMKM dengan belanja di toko kelontong

Masyarakat diajak bantu gerakkan UMKM dengan belanja di toko kelontong

Masyarakat diajak untuk membantu menggerakkan kembali Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang terdampak pandemi dengan kembali berbelanja di toko kelontong. (ANTARA/HO-SRC)

Jakarta (ANTARA) - Anak usaha PT HM Sampoerna Tbk, PT SRC Indonesia Sembilan (SRCIS), mengajak masyarakat untuk membantu menggerakkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang terdampak pandemi dengan kembali berbelanja di toko kelontong.

Direktur SRCIS Rima Tanago dalam pernyataan di Jakarta, Selasa, mengatakan, perseroan menginisiasi kampanye #KembaliKeKelontong di mana toko kelontong merupakan bagian dari UMKM yang selama ini memberikan kontribusi besar bagi perekonomian nasional.

Perseroan sendiri membina lebih dari 130.000 toko kelontong yang tergabung dalam komunitas Sampoerna Retail Community (SRC) untuk meningkatkan daya saingnya. Toko kelontong yang tergabung dalam SRC kini memiliki tampilan yang mudah dikenali, toko yang tertata lebih rapi, bersih, terang, dan memberi rasa nyaman bagi pelanggannya dibandingkan toko kelontong pada umumnya.

"SRC Indonesia berkomitmen tinggi untuk terus bergerak produktif dan inovatif sehingga dapat memberikan layanan terbaik untuk masyarakat luas. Semangat inilah yang kami coba tularkan kepada mitra bisnis dan komunitas sehingga bersama-sama saling mendukung melakukan aktivitas ekonomi seperti berbelanja pada satu ekosistem digital yang mumpuni. Hingga pada akhirnya dapat memperkuat ekonomi masyarakat secara mandiri," ujar Rima.

Rima menjelaskan, perseroan senantiasa melakukan inovasi melalui dukungan teknologi, yaitu aplikasi AYO Kelontong yang memiliki banyak fitur baru. Aplikasi AYO Kelontong tersebut memungkinkan seluruh segmen masyarakat dapat terkoneksi dengan seluruh toko kelontong yang tergabung dalam jaringan SRC yang ada di Indonesia di manapun dan kapanpun.

"SRC bertumbuh dari masa ke masa, bertransformasi dan menjangkau seluruh kalangan terutama generasi muda dengan menciptakan pengalaman belanja yang nyaman. Aplikasi ini memungkinkan penjual dan pelanggan semakin dekat. AYO Kelontong bukan sekadar aplikasi, namun sebuah gerakan sosial yang mendukung pertumbuhan toko-toko ritel lokal di Indonesia," kata Rima.

Ia menambahkan, AYO Kelontong hadir dengan berbagai fitur menarik seperti pesan antar, tantangan, main bareng, kupon, voucher, dan fitur lainnya yang akan membuat pengalaman belanja kebutuhan sehari-hari jadi lebih nyaman.

Untuk mendukung kampanye #KembaliKeKelontong, SRC melakukan serangkaian kegiatan yang diikuti oleh mitra SRC Indonesia dan masyarakat umum seperti acara “Kembali Ke Kelontong Talkshow” yang dihadiri oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno.

SRC juga bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk mendukung program pemerintah yakni “Ada di Warung” dengan pemasaran produk di Pojok Lokal SRC yaitu rak khusus di toko kelontong untuk menjual produk hasil UMKM lokal. Program tersebut berlangsung di Jabodetabek.

Melalui Pojok Lokal, SRC turut serta berperan mendukung pengembangan usaha kepada pelaku UMKM sekitar. Kontribusi komoditas UMKM toko kelontong SRC seluruh Indonesia mencapai Rp5,7 triliun per tahun atau setara dengan 0,24 persen nilai UMKM nasional pada 2019.

SRC Indonesia pun selalu terbuka dan bergandengan tangan dengan pihak ketiga yang memiliki komitmen sama. Contohnya seperti Kitabisa.com yang memiliki kampanye #BisaUsaha, sebuah program untuk membantu UMKM Indonesia untuk terus meningkatkan kemampuan usahanya. Nantinya SRC Indonesia akan memberikan dukungan untuk menyebarkan kampanye melalui website dan aplikasi digital.

"Melalui rangkaian aktivitas tersebut, kami berharap dapat membangkitkan semua pihak untuk bersama-sama berkembang lebih maju sehingga dapat menciptakan ekonomi mandiri dan kesejahteraan lebih luas dan merata," ujar Rima.

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Adi Lazuardi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Presiden Jokowi bagikan Banpres Produktif untuk 12,8 juta UMKM

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar