Kolaka, Sultra (ANTARA News) - Satu orang penumpang bus angkutan lebaran Idul Fitri 1431 H, Cahaya Ujung DD.7550 AZ yang dikemudikan oleh Bahar dari arah Kecamatan Tinanggea Kabupaten Konawe Selatan menuju Kolaka Sulawesi Tenggara, terjungkal jatuh ke jurang setinggi 10 meter.

Yuliana salah seorang saksi yang ditemui dilokasi kejadian, Sabtu malam mengatakan kejadiannya berkisar pukul 20:30 Wita ketika dirinya mendengar suara gemuruh seperti pohon kayu yang tumbang.

Ia mengatakan, setelah menabrak pagar pembatas jembatan di kilo meter 16 kelurahan Sabilambo, bus jatuh kejurang mengakibatkan satu penumpang jenis kelamin perempuan meninggal dunia di lokasi kejadian.

"Kita tersadar setelah mendengar orang-orang meminta tolong, wargapun langsung ke lokasi jatuhnya mobil," katanya.

Lanjut Yuliana ketika mengetahui mobil jatuh ke jurang wargapun yang bermukim di sekitar lokasi kejadian langsung melakukan pertolongan kepada korban.

"Banyak korban yang terjebak di dalam mobil namun ada juga korban yang sudah berada di luar mobil karena kondisinya cukup kuat," ujarnya.

Pihak kepolisian yang datang ke lokasi dibantu oleh warga langsung melakukan evakuasi terhadap korban yang mengalami luka berat hingga luka ringan dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Kolaka.

Sebagian penumpang mengalami luka berat hingga patah tulang baik di tangan maupun di kaki dan sopirnya juga mengalami patah kaki.

Jamil salah seorang penumpang yang mengalami luka ringan yang ditemui di RSUD Kolaka mengatakan dirinya tidak mengetahui jelas kronologis kejadiannya karena saat mobil naas tersebut jatuh dirinya terbangun ketika mobil mulai terasa terguncang.

"Kebetulan saya duduk di bangku paling belakang bersama dengan tante dan saat terbangun mobil sudah jatuh di jurang kebetulan di samping ada tante saya yang mulai menangis begitu tahu tangan kanannya patah," kata pemuda yang akan mudik ke Kabupaten Pangkep ini.

Kapolres Kolaka, AKBP Jafryedi yang ditemui di RSUD Kolaka mengatakan mobil yang di tumpangi oleh korban berjenis mini bis yang jumlah kursinya hanya 25 orang.

"Melihat kondisi mobil serta data penumpang yang menjadi korban sebanyak 37 orang diantaranya anak-anak 6 orang, laki-laki 10, perempuan 8 orang luka berat dan 12 penumpang lainnya mengalami luka ringan serta ada satu orang penumpang meninggal dunia di lokasi kejadian," Katanya

Menurut Kapolres penyebab kecelakaan belum diketahui dan sementara dalam penyelidikan namun di duga kuat mobil yang membawa 37 orang penumpang kelebihan kapasitas muatan.

"Penyebab sementara kecelakaan akibat kesalahan manusia karena kondisi mobil yang hanya mampu memuat 25 penumpang, apalagi melihat di TKP banyak berceceran oli rem di jalan yang agak menurun sehingga ada dugaan mobil naas tersebut remnya blong," ungkap mantan Kapolres Bau-bau itu. (ANT-256/K004)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2010