Pemkab Wondama harapkan Pertamina percepat pembangunan SPBU

Pemkab Wondama harapkan Pertamina percepat pembangunan SPBU

Ilustrasi - Aktivitas salah satu SPBU Pertamina di Sorong (Foto Antara Papua Barat/ Ernes)

Selama ini guna memenuhi kebutuhan masyarakat pengisian BBM melalui sistem agen atau pangkalan BBM maupun pengecer
Manokwari (ANTARA) - Pemerintah kabupaten Teluk Wondama, Provinsi Papua Barat mengharapkan Pertamina mempercepat pembangunan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) terealisasi tahun ini, guna memenuhi kebutuhan BBM bersubsidi bagi masyarakat setempat.

Bupati Teluk Wondama, Hendrik Mambor di Wasior, Minggu mengatakan pihaknya telah melakukan komunikasi langsung dengan jajaran Pertamina wilayah Papua Barat untuk mempercepat pendirian SPBU di daerah tersebut agar dapat melayani pengisian BBM bersubsidi bagi masyarakat tepat sasaran.

"Kabupaten Teluk Wondama telah berusia 18 tahun namun belum memiliki SPBU. Selama ini guna memenuhi kebutuhan masyarakat pengisian BBM melalui sistem agen atau pangkalan BBM maupun pengecer.," katanya

Mambor mengatakan percepatan pendirian SPBU merupakan terobosan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Serta menjamin BBM subsidi tetap menjadi hak masyarakat dengan harga yang terjangkau.

Selain itu, guna memastikan ketersediaan BBM di Wondama tetap terjaga serta memudahkan Pemda dalam melakukan pengawasan dan pengendalian BBM khususnya dalam hal harga.

Dikatakannya,  pihak swasta yang bekerja sama dengan Pemkab telah siap membangun SPBU pertama di Wondama, namun masih menunggu proses oleh Pertamina.

"Dengan adanya SPBU maka stok BBM akan selalu tersedia. Saya berharap dengan adanya BBM yang cukup maka aktivitas pemerintahan, pembangunan, pembinaan kemasyarakatan tetapi juga aktivitas ekonomi di Wondama dapat bertumbuh dengan baik," katanya.

Mantan Kepala Bappeda Wondama itu menambahkan agen maupun pengecer BBM yang sudah ada saat ini tetap bisa beroperasi. SPBU yang dikelola oleh pihak yang bekerja sama dengan pemerintah daerah akan menjalankan usahanya sesuai prosedur yang berlaku sehingga tidak akan terjadi persaingan usaha yang tidak sehat.


Baca juga: BPH Migas-Pertamina targetkan bangun 500 SPBU baru daerah 3T pada 2024

Baca juga: Pertamina batasi pasokan solar ke SPBU di Timika

Baca juga: BPH Migas resmikan 15 SPBU baru di wilayah 3T

Baca juga: Pertamina salurkan BBM ramah lingkungan di Papua Barat

Pewarta: Ernes Broning Kakisina
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Pimpinan DPR minta tindak keras penyerang prajurit TNI di Papua Barat

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar