Bekasi (ANTARA News) - Ratusan WNI yang hidup di Yunani baik di Athena maupun kota lainnya di negara itu hidup akrab di perantauan, meski mereka berasal dari berbagai provinsi di Indonesia dengan beragam profesi mulai diplomat, mahasiswa hingga pekerja.

"WNI di Yunani yang sebagian berpisah dengan keluarga dan sanak saudaranya melepas kerinduan dengan lebih banyak bergaul dan berkomunikasi bersama komunitas Indonesia dinegara itu," kata Siswadi, kepada ANTARA, Minggu.

Ia yang diundang ke Kedubes RI di Athena untuk menyaksikan kebersahajaan masyarakat Indonesia di negara tempat olimpiade modern pertama kali digelar itu melihat keakraban itu saat berkumpul di KBRI melaksanakan Shalat Ied, silaturahmi dan berkomunikasi selama beberapa hari terakhir.

"Suasana persaudaraan sesama warga Indonesia itu sangat terasa di Yunani, bahkan menyamai dengan saat berkumpul bersama saudara kandung sendiri," ujar Siswadi yang juga ketua umum Persatuan Penyandang Cacat Indonesia (PPCI) itu.

Ia menyatakan dalam sekali berkumpul saja bisa sampai 400 warga Indonesia yang datang, seperti terlihat di Wisma Duta RI di Athena.

Anjuran bermaaf-maafan antara sesama umat yang diajarkan Islam menurut Siswadi telah merekatkan ikatan batin sesama warga Indonesia hingga rasa persaudaraan itu sangat kentara.

Dubes RI Ahmad Rusdi, menyampaikan kegembiraannya karena dapat berkumpul dengan banyak warga Indonesia untuk bersilaturahmi dalam rangka Idul Fitri 1431 H.

Ia menyatakan silaturahmi harus tetap dipertahankan dan ditingkatkan agar kebersamaan dinegeri rantau makin kuat hingga kerinduan terhadap keluarga dan saudara bisa sedikit terobati.

Ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan Kedutaan Besar RI di Athena Yunani tahu betul cara mengobati kerinduan warga Indonesia yang tengah bersilaturahmi kaum muslim Indonesia yang sedang bersukacita merayakan hari kemenangan Idul Fitri 1431 H dengan menyediakan kuliner khas lebaran.

Rasa kangen masyarakat Indonesia akan kuliner khas lebaran terobati dengan disajikannya ketupat, lontong sayur, nasi kebuli, gulai kambing, rendang, opor ayam, sambal goreng hati, sate kambing dan ayam termasuk sate padang.

Hidangan tidak terhenti sampai disana, makanan lain berupa mie goreng, empek-empek kapal selam, kerupuk udang dan berbagai jenis jajanan pasar, serta aneka buah segar.

Kemeriahan suasana berlebaran juga terasa dengan adanya hiasan-hiasan ketupat berlatar belakang tulisan besar Minal Aidin Wal Faidzin yang menyambut warga masyarakat Indonesia ketika memasuki gerbang Wisma Duta.

Halal bilhalal Idul Fitri 1431 H merupakan yang kedua kalinya sejak ketibaan Duta Besar RI di Yunani sejak Mei 2009 dengan mengundang pihak-pihak di luar masyarakat Indonesia yaitu dubes-dubes Asing dan mitra kerja serta tetangga sekitar dengan tujuan mengenalkan keunikan tradisi silaturahmi Idul Fitri.(*)
(T.M027/R009)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2010