Saham China ditutup naik karena kekhawatiran inflasi mereda

Saham China ditutup naik karena kekhawatiran inflasi mereda

Ilustrasi - Para investor sedang memantau pergerakan saham di Bursa Saham China. ANTARA/REUTERS/Aly Song/am.

Shanghai (ANTARA) - Saham China berakhir lebih tinggi pada hari Kamis, karena regulator mengabaikan kekhawatiran inflasi dan karena pembicaraan China-AS membantu mendukung sentimen.

Indeks saham unggulan CSI300 naik 0,7 persen menjadi 5.271,47, sedangkan indeks Shanghai Composite naik 0,5 persen menjadi 3.610,86.
Papan pengembangan saham-saham teknologi ChiNext naik 2,4 persen, sementara indeks STAR50 yang berfokus pada teknologi Shanghai bertambah 1,6 persen.

Gubernur bank sentral China mengatakan inflasi "pada dasarnya terkendali", dan kebijakan moneter akan tetap stabil, dalam komentar sehari setelah kekhawatiran atas tekanan inflasi didiperkuat oleh data yang menunjukkan kenaikan tercepat harga di tingkat pabrik dalam 12 tahun.

Analis mengatakan pasar akan stabil secara keseluruhan karena Beijing menjanjikan stabilitas kebijakan.

Sektor kecil dan menengah berkinerja baik, karena pelaku pasar mengincar saham bertumbuh karena kondisi likuiditas yang relatif ramah di dalam negeri dan berlanjutnya likuiditas yang longgar di luar negeri, kata Vanho Securities dalam sebuah laporan.

Yuan yang kuat juga membantu membawa lebih banyak arus dana asing masuk ke pasar ekuitas negara itu, tambah pialang itu.
Investor pada hari Kamis membeli saham-A senilai 9,5 miliar yuan (1,49 miliar dolar AS) melalui Stock Connect yang menghubungkan China daratan dan Hong Kong, menurut data Refinitiv.

Pembicaraan China-AS juga membantu mengangkat sentimen.

Pejabat tinggi perdagangan AS dan China berbicara melalui telepon dan setuju untuk mempromosikan perdagangan yang sehat dan bekerja sama atas perbedaan, kementerian perdagangan China mengatakan pada hari Kamis, pertukaran tingkat tinggi terbaru ketika negara-negara tersebut berdebat tentang ketidaksepakatan.

Saham di perusahaan China, yang memiliki kerja sama bisnis dengan TikTok, naik setelah Presiden AS Joe Biden menarik serangkaian perintah eksekutif era Trump yang berusaha untuk melarang unduhan baru WeChat dan TikTok.

Berlawanan dengan kekuatan luas, pengembang jatuh setelah regulator perbankan dan asuransi terkemuka negara itu memperingatkan gelembung di sektor real estat. (1 dolar AS = 6,3839 yuan Cina renminbi)


Baca juga: Saham China dibuka lebih rendah setelah menguat sehari sebelumnya

Baca juga: Saham Hong Kong turun karena AS buat UU melawan teknologi China

Baca juga: Saham China naik karena data harga pokok pabrik beri sinyal pemulihan

 

Penerjemah: Biqwanto Situmorang
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar