Jakarta (ANTARA News) - Bank Mandiri telah menunjuk konsorsium PT Mandiri Sekuritas dan PT Danareksa Sekuritas menjadi Penjamin Pelaksana Emisi (lead underwriter) dalam pelaksanaan rights issue bank tersebut tahun 2010.

Direktur Finance dan Strategy Bank Mandiri, Pahala Nugraha Mansury, dalam siaran persnya yang diterima ANTARA News di Jakarta, Selasa, menjelaskan bahwa dua perusahaan itu terpilih setelah melalui seleksi dari delapan perusahaan yang dipertimbangkan lainnya.

Selain kedua penjamin pelaksana emisi tersebut, Melli Darsa & Co telah ditunjuk sebagai konsultan hukum, dan Sutjipto SH sebagai notaris.

Kantor Akuntan Publik (KAP) Haryanto Sahari & Rekan (Pricewaterhouse Cooper) yang telah ditunjuk sebagai KAP pada RUPS tahunan di bulan Mei 2010 lalu akan melakukan audit laporan keuangan Bank Mandiri dalam rangka rights issue.

Rights issue adalah hak yang diperoleh para pemegang saham yang namanya telah terdaftar dalam daftar pemegang saham suatu perseroan terbatas untuk menerima penawaran terlebih dahulu apabila perusahaan sedang menjalani proses emisi atau pengeluaran saham-saham dari saham portopel atau saham simpanan.

Pahala menjelaskan, penerbitan saham baru itu bertujuan untuk memperkuat permodalan sehingga dapat meningkatkan ekspansi kredit dalam rangka pengembangan usaha.

"Bank Mandiri ingin mempertahankan momentum pertumbuhan secara berkelanjutan (sustainable growth), untuk itu kami berinisiatif memperkuat permodalan sehingga dapat menangkap peluang bisnis di masa mendatang," jelasnya.

Bank Mandiri berharap untuk dapat melakukan rights issue pada kwartal IV tahun 2010.

Penerbitan saham baru itu diperkirakan sebesar 10,13 persen dari total jumlah saham setelah rights issue atau sekitar 2,35 miliar lembar saham.

Sampai Juni 2010, Bank Mandiri berhasil mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar Rp36,4 triliun atau tumbuh 20,0 persen secara tahunan menjadi Rp218,0 triliun. Laba bersih telah mencapai Rp4,0 triliun atau tumbuh 37,8 persen dibandingkan periode enam bulan pertama 2009 yang sebesar Rp2,9 triliun.

Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp326,6 triliun atau tumbuh 13,8 persen (year on year) dari posisi Juni 2009 yang sebesar Rp287,1 triliun. Sementara total aset sampai Juni 2010 tercatat sebesar Rp402 triliun.
(T.E014/A035/P003)

Editor: Priyambodo RH
Copyright © ANTARA 2010