Ratusan orang hadiri pemakaman keluarga Muslim Kanada

Ratusan orang hadiri pemakaman keluarga Muslim Kanada

Masyarakat di Montreal, Quebec, Kanada, Jumat (11/6/2021), mengikuti renungan untuk mengenang keluarga Muslim yang dibunuh di London, Ontario, yang menurut penjelasan polisi sebagai serangan berdasarkan kebencian,. ANTARA FOTO/REUTERS/Andrej Ivanov/hp/cfo.

London, Ontario (ANTARA) - Ratusan orang menghadiri upacara pemakaman empat orang keluarga Muslim Kanada yang tewas ditabrak truk angkut oleh seorang pria dalam serangan, yang menurut polisi didorong oleh kebencian.

Keempat korban, yang mencakup tiga generasi, tewas ketika Nathaniel Veltman, 20 tahun, menabrak para korban saat sedang berjalan-jalan sore di dekat rumah mereka di London, Ontario.

Anggota keluarga kelima, seorang anak laki-laki berusia 9 tahun, sedang berada dalam masa pemulihan dari luka-lukanya di rumah sakit.

Polisi mengatakan serangan itu direncanakan dan menduga bahwa keluarga itu menjadi sasaran karena keyakinan Islam yang mereka anut.

Upacara selama satu jam dimulai setelah empat peti yang dibungkus dengan bendera Kanada dibawa ke dalam kompleks Islamic Center of Southwest Ontario, dan diakhiri dengan doa serta ucapan belasungkawa yang disampaikan oleh para pemimpin agama dan masyarakat.

"Dan fakta bahwa peti mati mereka terbungkus bendera Kanada yang indah adalah kesaksian yang tepat dari fakta bahwa seluruh bangsa Kanada mendukung mereka," kata Komisaris Tinggi Pakistan untuk Kanada Raza Bashir Tarar dalam upacara tersebut.

Keluarga itu pindah ke Kanada dari Pakistan sekitar 14 tahun yang lalu.

Serangan itu memicu kemarahan di seluruh Kanada. Para politis dari semua kubu mengutuk kejahatan itu, yang semakin menguatkan desakan untuk mengambil tindakan guna mengekang kejahatan rasial dan Islamofobia.

Kota London, 200 km (120 mil) barat daya Toronto, telah diwarnai dengan curahan dukungan setelah serangan itu.

Veltman, yang kembali dihadirkan ke pengadilan pada Senin, menghadapi empat tuduhan pembunuhan tingkat pertama dan satu percobaan pembunuhan.

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau menyebut pembunuhan itu sebagai "serangan teroris" dan berjanji untuk menekan kelompok sayap kanan dan kebencian.

"Menurut saya, kita kelelahan secara emosional," kata Imam Aarij Anwer kepada Canadian Broadcasting Corp sebelum upacara.

Sumber : Reuters

Penerjemah: Azis Kurmala
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar