Bulu tangkis

PBSI: Semangat Kido harus jadi motivasi atlet muda

PBSI: Semangat Kido harus jadi motivasi atlet muda

Sejumlah anggota keluarga melakukan prosesi tabur bunga di makam almarhum Markis Kido di TPU Kebon Nanas, Jakarta Timur, Selasa (15/6/2021). Peraih emas Olimpiade Beijing 2008 Markis Kido meninggal dunia pada Senin (14/6) pada usia 37 tahun. ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/aww.

Jelas kami kehilangan sosok inspiratif, semoga perjuangan almarhum menjadi motivasi bagi juniornya untuk meneruskan tradisi emas di Olimpiade
Jakarta (ANTARA) - Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) menyerukan kepada atlet Pelatnas Cipayung agar semangat dan daya juang yang ditampilkan Markis Kido selama berkiprah sebagai atlet bulu tangkis bisa menjadi motivasi untuk terus berprestasi.

"Berita kepergiannya sangat mengejutkan. Jelas kami kehilangan sosok inspiratif, semoga perjuangan almarhum menjadi motivasi bagi juniornya untuk meneruskan tradisi emas di Olimpiade," kata Kepala Bidang Humas dan Media PP PBSI Broto Happy saat ditemui di Jakarta, Selasa.

Dalam pernyataannya, PBSI menilai catatan prestasi Kido tidak hanya akan dikenang dalam kancah bulu tangkis nasional, namun juga akan selalu diingat oleh masyarakat Indonesia atas sumbangsihnya kepada Tanah Air.

Baca juga: Menpora: Markis Kido pahlawan bulu tangkis Indonesia

Daya juang peraih medali emas Olimpiade Beijing 2008 itu juga diakui mantan pebulu tangkis nasional Candra Wijaya yang turut hadir dalam upacara pemakaman di TPU Kebon Nanas, Jakarta Timur.

Saat ditemui Antara, peraih medali emas Olimpiade Sydney 2000 itu menuturkan bahwa perjuangan Kido menghadapi penyakit tekanan darah tinggi sudah berlangsung lama bahkan saat masih aktif menjadi bagian timnas bulu tangkis Indonesia.

Oleh karenanya ia melihat juniornya di sektor ganda putra itu sebagai "manusia super" karena bisa menahan hambatan fisik dan tetap bisa berprestasi gemilang.

"Kondisi (darah tinggi) itu memang dari dulu, pas dia dapat medali emas di Beijing pun sebenarnya sudah mengalami. Makanya saya bilang dia seperti manusia super, ya. Tapi mungkin kemarin serangan dari penyakitnya lebih kuat, dia kalah dan tidak tertolong," tutur Candra, yang kemudian menangis setelah menceritakan rekan seperjuangannya tersebut.

Baca juga: PBSI: Kido layak disebut sebagai legenda bulu tangkis

Sebelumnya, Ketua Umum PP PBSI Agung Firman Sampurna menyebut Kido layak disebut legenda bulu tangkis dengan segala prestasi yang sudah ditorehkan untuk Indonesia.

Selain medali emas Olimpiade, prestasi Kido antara lain juara dunia 2007 di Kuala Lumpur hingga medali emas Asian Games 2010 Guangzhou bersama Hendra Setiawan, yang kini masih berlatih di Pelatnas Cipayung.

"Semoga suri teladan, semangat juang, prestasi besar, dan etos kerja yang telah ditunjukkan Markis Kido selama ini, bisa menginspirasi para pebulu tangkis Indonesia untuk mengikuti jejak almarhum," ujar Agung.

Baca juga: Markis Kido dimakamkan satu liang dengan ayahnya di TPU Kebon Nanas

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Peluang emas dan perunggu dari Bulu Tangkis

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar