Pengamat sarankan bangun konektivitas sistem irigasi utama dan daerah

Pengamat sarankan bangun konektivitas sistem irigasi utama dan daerah

Ilustrasi - Irigasi di Kabupaten Sigi yang dibangun oleh Kementerian PUPR mulai mengairi air ke lahan pertanian masyarakat. (ANTARA/Muhammad Hajiji)

Jakarta (ANTARA) - Pengamat infrastruktur Yayat Supriyatna dari Universitas Trisakti menyarankan pemerintah terkait pentingnya pembangunan konektivitas antara sistem irigasi utama dengan sistem jaringan infrastruktur irigasi air di tingkat wilayah atau daerah guna mendukung peningkatan produktivitas pertanian pangan nasional.

"Hal paling penting adalah membangun konektivitas antara sistem irigasi utama dengan sistem jaringan infrastruktur irigasi air di tingkat wilayah," ujar Yayat Supriyatna saat dihubungi Antara di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, ini dikarenakan pembagian tugas dan kewenangan dalam distribusi air untuk pertanian berbeda-beda antara urusan pemerintah pusat dengan urusan di tingkat pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten serta kota.

Pengamat infrastruktur tersebut melihat pemerintah pusat sudah membangun infrastruktur sumber daya air utama seperti bendungan dan waduk.

Kendati demikian agar bendungan yang telah dibangun tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal maka perlu tersedia saluran primer yakni sistem irigasi utama, yang kemudian dari saluran irigasi tersebut bagaimana distribusi air disalurkan ke saluran sekunder dan tersier hingga merata di tingkat petani yang berada di daerah-daerah.

Yayat juga menambahkan agar kebijakan pengembangan irigasi atau sistem distribusi air diterapkan di sentra-sentra produksi pertanian pangan, mengingat pertanian pangan merupakan sektor yang paling penting untuk mendapatkan kebutuhan air.

Sebelumnya Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menekankan pembangunan infrastruktur pada tahun 2022 harus berfokus pada Optimalisasi, Pemeliharaan, Operasi, dan Rehabilitasi atau OPOR.

Menteri Basuki mengatakan optimalisasi juga meneruskan pembangunan yang telah selesai. Infrastruktur-infrastruktur yang sudah selesai namun belum dimanfaatkan, maka harus dimanfaatkan secara optimal.

Contohnya, kata dia, sarana infrastruktur air yang sudah dibangun namun masih belum dimanfaatkan harus segera ditangani dan dimanfaatkan.


Baca juga: Kementerian PUPR bangun 19 daerah irigasi di NTB dan NTT

Baca juga: Akselerasi pertanian, PUPR akan bangun irigasi baru 500 ribu hektar

Baca juga: Pengamat: Perbanyak pembuatan embung atasi kemarau

Baca juga: Sejak 2015 Pemerintah telah bangun irigasi bagi 3,13 juta ha sawah

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Pemprov DKI menjadikan Vaksin sebagai syarat administrasi, ini kata Pengamat Kebijakan Publik

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar