Polisi: Jasad mengapung di Kepulauan Seribu adalah nelayan yang hilang

Polisi: Jasad mengapung di Kepulauan Seribu adalah nelayan yang hilang

Personel pencarian dan pertolongan (SAR) menyisir Teluk Jakarta, Marunda, Jakarta Utara menggunakan kapal cepat jenis Rigid Inflatable Boat (RIB) pada Minggu (30/5/2021) untuk mencari nelayan Musanip Nasution (52) yang hilang sejak Sabtu (29/5/2021). (ANTARA/ HO-Instagram kansar_jakarta)

jasad korban ditemukan pada Senin (22/6) oleh seorang nelayan yang baru kembali dari mencari ikan di Kepulauan Seribu
Jakarta (ANTARA) - Pihak kepolisian mengungkapkan jasad mengapung di laut yang ditemukan nelayan yang sedang mencari ikan di perairan Kepulauan Seribu adalah jasad seorang nelayan berinisial AS (52) yang dilaporkan hilang beberapa hari yang lalu.

"Korban bekerja sebagai nelayan telah meninggalkan rumah sejak Kamis malam dengan tujuan untuk memancing ikan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus dalam keterangan tertulis, Selasa.

Yusri kemudian menjelaskan jasad korban ditemukan pada Senin (22/6) oleh seorang nelayan yang baru kembali dari mencari ikan di Kepulauan Seribu.

"Saat sedang melaut dalam perjalanan balik selepas mencari ikan di sekitar perairan dalam 1 mil dibelakang Pulau Pramuka melihat benda mengambang di laut dan kemudian setelah didekati benda tersebut ternyata sesosok mayat," tambahnya.

Baca juga: Nelayan hilang di Teluk Jakarta ditemukan meninggal dunia

Temuan tersebut kemudian langsung dilaporkan ke pihak kepolisian terdekat, dalam hal ini Pospol Pulau Panggang di Kepulauan Seribu.

Pihak kepolisian kemudian berkoordinasi dengan Pos TNI AL dan Basarnas serta Damkar untuk mengevakuasi jasad ke Dermaga Marina Ancol menggunakan kapal patroli polisi (LCT) Satpolair Res Kepulauan Seribu.

Baca juga: SAR pencari nelayan hilang perluas area penyisiran di Teluk Jakarta

Pihak kepolisian kemudian memeriksa data laporan orang hilang dan menemukan ada laporan terkait hilangnya AS di perairan Kepulauan Seribu.

Polisi kemudian memanggil keluarga korban untuk melakukan identifikasi terhadap jasad korban dan berdasarkan ciri-ciri yang diberikan keluarga korban, jasad tersebut identik dengan orang hilang yang dilaporkan ke polisi.

"Setelah dilihat mayat tersebut memiliki ciri-ciri sesuai dengan yang dijelaskan keluarga yaitu memiliki bisul di punggung sebelah kanan dan menggunakan baju hitam tulisan EGYP sehingga disimpulkan mayat tersebut adalah benar keluarganya," ujar Yusri.

Baca juga: SAR DKI akan cari nelayan hilang di Teluk Jakarta

Korban sendiri terakhir kali berpamitan ke keluarganya untuk pergi memancing ikan sejak hari Kamis yang lalu.

Namun karena tak kunjung pulang keluarganya pun melapor kepada pihak kepolisian yang langsung ditindaklanjuti dengan melakukan pencarian.

Namun pencarian polisi hanya menemukan kapal yang dipakai korban di perairan Pulau Damar dalam keadaan kosong dengan alat untuk menangkap ikan masih menempel di kapal.

Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Polda Metro Jaya ungkap pemalsuan tabung oksigen dari APAR

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar