Jakarta (ANTARA News) - Nilai tukar rupiah di pasar uang spot antarbank Jakarta, Rabu pagi menguat 15 poin ke posisi 8.935/9.45 per dolar didorong oleh melemahnya dolar di pasar Asia.

Direktur Retail Banking PT Bank Mega Tbk, Kostaman Thayib, mengatakan bahwa penguatan rupiah sudah diduga sebelumnya setelah mengalami tekanan jual pada hari sebelumnya.

Terlebih ketika dolar AS di pasar regional melemah dan harga saham di Wall Street membaik, katanya.

Ditanya mengenai dolar, menurut dia, dolar Amerika Serikat merosot terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya karena data negatif AS dan memperkirakan pemerintah akan menyuntikkan dana ke pasar.

Euro naik menjadi 1,3583 dolar dari 1,3448 dolar. Greenback juga tergelincir terhadap mata uang Jepang menjadi 83,84 yen dari 84,31 yen sehari sebelumnya.

Euro melonjak ke tertinggi lima bulan terhadap dolar Amerika Serikat setelah kepercayaan konsumen Amerika yang jatuh jauh lebih buruk dari perkiraan memicu ketakutan pemulihan ekonomi Amerika kian goyah, katanya.

Karena itu, lanjut dia, rupiah pada siang nanti berpeluang untuk naik lagi hingga mendekati level 8.930 per dolar.

Hal ini menunjukkan bahwa pasar masih tetap positif terhadap rupiah yang makin mendekati level 8.900 per dolar, ucapnya.

Pertumbuhan ekonomi yang membaik dan cenderung meningkat merupakan kepercayaan pelaku asing untuk tetap bermain di pasar domestik, tambahnya.

(H-CS/S026)

Pewarta:
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2010