Menteri PPN lantik Margo Yuwono jadi Kepala BPS

Menteri PPN lantik Margo Yuwono jadi Kepala BPS

Arsip Foto - Deputi Bidang Statistik Sosial BPS, Margo Yuwono (tengah), dan Sekretaris Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri I Gede Suratha (kanan), dalam acara Forum Merdeka Barat "Sensus Penduduk 2020: Satu Data Indonesia" yang digelar di Gedung Utama Kemenkominfo, Jakarta, Kamis (13/2/2020). ANTARA/M Razi Rahman/am.

Seluruh bangsa Indonesia berharap BPS dapat terus terus meningkatkan kiprahnya dalam menghasilkan data yang berkualitas dan terpercaya
Jakarta (ANTARA) - Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa melantik Margo Yuwono sebagai Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) untuk menggantikan Kecuk Suhariyanto yang telah memasuki masa pensiun.

Hal ini sesuai Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 79/TPA/2021 tentang pemberhentian dari jabatan pimpinan tinggi utama dan madya dan pengangkatan jabatan tinggi utama di lingkungan BPS.

"Dengan ini, secara resmi melantik Saudara (Margo Yuwono) dalam jabatan yang baru di lingkungan BPS. Saya percaya bahwa Saudara akan melaksanakan tugas sebaik-baiknya sesuai tanggung jawab," kata Suharso di Jakarta, Jumat.

Suharso berharap Margo dapat menjalankan tugas sebagai Kepala BPS dengan penuh amanah dan mampu melaksanakan peraturan perundang-undangan demi pertumbuhan dan perkembangan BPS yang kredibel.

Ia menuturkan pemerintah dan seluruh bangsa Indonesia berharap BPS dapat terus terus meningkatkan kiprahnya dalam menghasilkan data yang berkualitas dan terpercaya.

Ia menjelaskan keberadaan data yang akurat, objektif, cepat dan kredibel di era digitalisasi menjadi sangat penting karena pemerintah harus mengambil kebijakan secara cepat dan tepat sasaran sejak tahap perencanaan pelaksanaan hingga pengawasan.

Terlebih lagi, ia mengatakan di masa pandemi COVID-19 maka pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha memerlukan data yang berkualitas serta aktual disertai analisis yang baik.

Suharso mengingatkan, tantangan BPS ke depan kian besar seiring adanya tuntutan peningkatan data yang berkualitas dan beragam.

"Primary concern dari para responden juga menjadi tantangan yang perlu disikapi dengan responsif," tegasnya.

Hal tersebut harus diantisipasi mengingat adanya kasus kebocoran data atau jual beli data pribadi yang tersebar di media massa sehingga sangat meresahkan masyarakat meskipun kejadian ini bukan terjadi di BPS.

"Namun, kejadian itu membuat masyarakat berpikir untuk ikut memberikan data-data yang terkait dengan data pribadi mereka," katanya.

Tak hanya itu, big data dan kemajuan teknologi juga menjadi tantangan tersendiri sehingga BPS harus mampu memanfaatkan big data sebagai alternatif sumber data baru.

"Sumber data baru yang menghasilkan official statistic dengan lebih cepat dan timelaps yang mudah-mudahan mendekati nol," katanya.

Suharso pun mengucapkan terima kasih atas dedikasi, apresiasi, loyalitas, kerja cerdas, dan kerja keras Suhariyanto selama menjabat sebagai Kepala BPS sejak 2016 sampai Juni 2021.

"Saya menyampaikan terima kasih atas nama pemerintah kepada Pak Suhariyanto selama memimpin dan mengembangkan BPS sehingga meraih beberapa capaian hingga saat ini," katanya.

Baca juga: BPS: Indeks Perilaku Anti Korupsi Indonesia meningkat tahun ini
Baca juga: Neraca perdagangan Mei surplus 2,26 miliar dolar, tertinggi pada 2021
Baca juga: BPS: Kenaikan permintaan masyarakat pada Lebaran picu inflasi Mei 2021

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

BPS sebut ekspor Indonesia Juni 2021 capai 18,55 miliar dolar AS

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar