Wakil Ketua MPR: Narasi hoaks harus terus dilawan

Wakil Ketua MPR: Narasi hoaks harus terus dilawan

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat (Dok. Pribadi)

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menilai perlu digencarkan gerakan melawan narasi-narasi hoaks terkait COVID-19, di saat upaya meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah.

"Pada titik krusial saat kita membutuhkan dukungan penuh masyarakat dalam mematuhi kebijakan pengendalian COVID-19, gangguan informasi yang berpotensi menciptakan keraguan di tengah masyarakat harus dilawan dengan informasi yang benar dan mudah dipahami," kata Lestari Moerdijat atau Rerie dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin.

Saat ini menurut Lestari merupakan titik krusial bagi bangsa Indonesia dalam menghadapi ledakan kasus positif COVID-19.

Baca juga: MPR ajak warga terlibat perbaiki lingkungan dan ekosistem

Dia menilai, sejumlah fasilitas kesehatan sudah mencapai titik maksimalnya dalam merespon peningkatan jumlah kasus COVID-19 di berbagai wilayah di Indonesia.

"Data Satuan Tugas Penanganan COVID-19 pada Minggu (27/6), terdapat penambahan pasien positif sebanyak 21.342 orang. Para pemangku kepentingan di berbagai tingkatan membutuhkan dukungan penuh masyarakat dalam menjalankan kebijakan pengendalian COVID-19," ujarnya.

Dia menilai, karena kegagalan dalam menangani lonjakan kasus positif COVID-19 saat ini, akan berdampak berkepanjangannya pandemi di Indonesia.

Rerie mendesak, para pemangku kepentingan terus berupaya meningkatkan kepercayaan masyarakat melalui sebaran secara masif narasi-narasi yang memberi pemahaman kepada masyarakat terkait kebijakan pengendalian COVID-19 yang dijalankan pemerintah.

"Selain itu, diperlukan juga agresivitas sebaran narasi-narasi yang memadai untuk melawan ujaran atau narasi hoax terkait Covid-19 yang beredar masif di tengah masyarakat. Jangan sampai narasi hoaks lebih dipercaya daripada narasi dari pemerintah," katanya.

Dia mengutip data Kementerian Komunikasi dan Informatika mencatat per-tanggal 10 Maret 2021, total isu hoaks terkait COVID-19 sebanyak 1.470 isu yang dicatat pada rentang waktu 23 Januari 2020 hingga 10 Maret 2021.

Selain itu menurut di, berdasarkan data Tim AIS Ditjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo hingga akhir Januari 2021, telah memblokir 1.900 sebaran berita hoaks terkait pandemi COVID-19 namun narasi-narasi hoaks terus diproduksi pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.

"Seiring dengan upaya memenuhi kebutuhan pengendalian COVID-19 di sisi hilir seperti penambahan ruang isolasi, ruang ICU, ventilator, kebutuhan oksigen, obat-obatan, vaksinasi dan tenaga kesehatan, upaya masif meredam narasi-narasi hoaks harus konsisten dilakukan," ujarnya.

Tujuannya menurut Rerie, agar tingkat kepercayaan masyarakat yang sudah terbangun, tidak tergerus dampak narasi-narasi hoaks yang tidak bertanggungjawab.

Baca juga: Bamsoet: Latihan lawan terorisme TNI di MPR/DPR jaga kedaulatan NKRI
Baca juga: Wakil Ketua MPR: Perlu langkah luar biasa atasi lonjakan COVID-19


Pewarta: Imam Budilaksono
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Buruh se-Jabodetabek sampaikan 4 tuntutan kepada DPR

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar