Satgas COVID-19 Mataram akan perketat kegiatan CFD Udayana

Satgas COVID-19 Mataram akan perketat kegiatan CFD Udayana

Sejumlah pengunjung dan pedagang di areal "car free day" atau hari tanpa kendaraan bermotor di Jalan Udayana Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Minggu (4/7-2021), terkesan abai menerapkan protokol kesehatan COVID-19 dengan tidak menggunakan masker dan tidak menjaga jarak. ANTARA/Nirkomala

saat ini dapat dikatakan CFD tidak resmi
Mataram (ANTARA) - Satuan Tugas COVID-19 Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, akan melakukan pengetatan terhadap aktivitas masyarakat di areal CFD (car free day) atau hari tanpa kendaraan bermotor di Jalan Udayana, setiap hari Minggu pagi.

"Aktivitas masyarakat di areal CFD menjadi catatan kami untuk melakukan evaluasi dan pengetatan terhadap kegiatan itu, sebab baik pengunjung maupun pedagang banyak yang terkesan abai menerapkan protokol kesehatan COVID-19," kata juru bicara Satgas COVID-19 Kota Mataram I Nyoman Swandiasa di Mataram, Minggu.

Dia mengatakan, pada dasarnya Pemerintah Kota Mataram belum mencabut surat edaran tentang penutupan aktivitas CFD setiap hari Minggu sejak pandemi COVID-19 merebak di daerah ini pada Maret 2020.

"Jadi kalau boleh kita katakan, aktivitas CFD yang berlangsung saat ini dapat dikatakan CFD tidak resmi," ujarnya.

Baca juga: Dinkes Mataram tutup 3 puskesmas karena nakes positif COVID-19
Baca juga: RSUD Mataram siagakan puluhan petugas sukseskan vaksinasi massal


Namun demikian, Swandiasa menilai munculkan kegiatan CFD tidak resmi itu antara lain dipicu karena dalam pikiran masyarakat sudah terbentuk kalau setiap Minggu pagi ada CFD.

Dengan demikian masyarakat tidak hanya dari warga Kota Mataram melainkan juga dari berbagai wilayah sekitar Mataram datang berbondong-bondong ke Jalan Udayana bahkan tanpa mengindahkan imbauan untuk menerapkan protokol kesehatan (prokes).

"Hal semacam inilah yang akan kita tertibkan sambil memberikan edukasi kepada masyarakat terkait gerakan 5M (masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi mobilitas dan menghindari kerumunan) sebagai upaya mencegah penyebaran virus di tengah pandemi COVID-19," katanya.

Di sisi lain, pihaknya, tidak dapat memungkiri pandemi yang terlalu lama menimbulkan kejenuhan di kalangan masyarakat dan konsep normal baru membuat masyarakat mulai berdamai dengan COVID-19.

"Selain itu, kita dituntut menyelaraskan kemajuan ekonomi dengan prokes agar bagaimana keduanya berjalan bersinergi," katanya.

Baca juga: Dispar Mataram akan buka posko vaksinasi bagi pelaku pariwisata
Baca juga: Satgas: Tingkat kesembuhan pasien COVID-19 Mataram naik signifikan
Baca juga: NTB berencana gratiskan tes cepat untuk wisatawan

 

Pewarta: Nirkomala
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021

32 Ribu pekerja swasta di Kota Mataram dapat BSU 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar