Mekkah (ANTARA News) - Menteri Agama Suryadharma Ali mengeluarkan imbauan kepada jamaah haji asal Indonesia yang ingin melontar jumroh untuk tidak melakukannya di pagi hari hingga selesai zuhur karena saat-saat sangat banyak orang berjumroh..

Sebab, waktu tersebut diperkirakan membahayakan bagi jamaah haji yang ingin melontar jumroh karena terlalu banyak yang ingin melakukan hal itu , kata Menteri Agama Suryadharma Ali usai melakukan lontaran jumroh di Jamarot, Mina, Kota Makkah, Selasa malam.

"Memang sebaiknya memilih selamat dibandingkan waktu afdhol. Petugas melihat di jam-jam pagi hingga siang itu banyak jamaah yang melakukan lontar jumroh," katanya.

Menag mengatakan, Panitia Penyelenggara Haji Indonesia (PPIH) selalu mencermati perkembangan di lapangan yang bisa membahayakan bagi jamaah.

"Belum tentu waktu paling afdhol itu aman bagi jamaah," jelas Menag.

Menag mengharapkan jamaah bisa mengatur masa-masa yang lengang ketika ingin melontar jumroh di Jamarat. Karena memang, untuk mencari saat-saat yang lengang bisa dipastikan mustahil karena jamaah selalu ada saja yang melontar.

"Biasanya yang lengang itu waktu setelah malam seperti saat ini (waktu itu Menag melontar sekitar pukul 22.00 waktu Saudi atau 02.00 Rabu dinihari, resd)," imbau Menag.

Di sisi lain, Menag mengucapkan syukur karena pada saat proses lemparan jumroh yang pertama dan kedua pada Rabu, tidak ada jamaah yang mengalami musibah.

"Itu penting. Semua berjalan lancar, alhamdulillah," ucap Menag lega.

Sebelumnya, Kasatgas Mina, Subakin Abdul Muthalib mengeluarkan peringatan kepada para ketua kloter agar menyampaikan kepada jamaah untuk tidak melakukan lontar jumroh di waktu-waktu yang dianggap paling afdhol seperti setelah salat zuhur. Sebab, saat-saat tersebut kondisi terowongan Mina sangat padat. Dikhawatirkan, bisa membahayakan keselamatan jamaah.
(ANT/A024)

Editor: AA Ariwibowo
Copyright © ANTARA 2010