Kereta medik darurat INKA tampung 60 pasien COVID-19

Kereta medik darurat INKA tampung 60 pasien COVID-19

Ilustrasi - Petugas memeriksa bagian dalam Kereta Rel Listrik (KRL) yang dimodifikasi menjadi Kereta Medik Darurat di PT INKA (Persero) Madiun, Jawa Timur, Kamis (21/1/2021). ANTARA/Siswowidodo/zk.

Madiun (ANTARA) - Kereta medik darurat atau Emergency Medical Train (EMT) buatan PT INKA (Persero) yang digunakan untuk ruang isolasi, saat ini menampung sebanyak 60 pasien COVID-19 seiring dengan lonjakan kasus yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir di wilayah Kota Madiun.

"Awal difungsikan sekitar lima bulan lalu, jumlah pasien COVID-19 yang dirawat di EMT hanya sekitar 10 hingga 14 orang maksimum, sehingga terkesan kosong. Tetapi sejak dua hingga tiga pekan ini benar-benar drastis lonjakannya. Sekarang EMT sudah difungsikan dua trainset dan isinya sekitar 62-63 pasien," ujar Direktur Pengembangan PT INKA (Persero) Agung Sedaju di Madiun, Senin.

Menurut dia, selama empat bulan pertama operasional EMT, sangat terbantu oleh tenaga medis yang disediakan dari Pemkot Madiun dengan biaya operasional ditanggung oleh PT INKA (Persero). Saat ini, operasional EMT tidak hanya bertumpu pada Pemkot Madiun namun juga bantuan donatur dari luar yang turut berkontribusi.

Seperti donatur dari anak perusahaan, perbankan, dan bantuan dari rekanan INKA. Untuk tenaga medis, INKA juga sudah bisa merekrut sendiri tenaga kesehatannya karena tenaga kesehatan yang dimiliki di klinik INKA sangat terbatas.

Baca juga: Stasiun Besar Madiun sediakan layanan vaksinasi COVID-19

Baca juga: KAI minta penumpang bawa kartu vaksin untuk syarat naik KA jarak jauh


"Sehingga kami membutuhkan tenaga kesehatan tambahan. Ada sekitar tiga perawat dan sekarang harus menambah lagi satu dokter untuk mengawasi jarak jauh," kata Agung Sedaju.

Pihaknya membuka donasi bagi semua pihak yang ingin berkontribusi memberikan bantuan untuk operasional EMT. Donasi bisa diberikan baik berupa makanan, peralatan mandi, hingga uang tunai.

"Bagi para karyawan atau siapa saja yang mungkin masih diberikan kelonggaran secara ekonomi, dapat bergotong-royong memberikan donasi untuk operasional EMT," katanya.

Ia menambahkan, dari dua rangkaian atau trainset yang difungsikan saat ini, total kapasitasnya mencapai 96 pasien. Melihat masih tingginya penambahan kasus COVID-19 di Kota Madiun, bisa saja nantinya EMT akan penuh.

Karena itu, pihaknya mengajak masyarakat, khususnya warga Kota Madiun untuk disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan guna menekan kasus penularan COVID-19.

Sesuai data, secara total, kasus COVID-19 di Kota Madiun hingga Senin (5/7) mencapai 3.622 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 2.895 orang di antaranya telah sembuh, 496 orang masih dalam pemantauan, dan 231 orang meninggal dunia.

Tambahan kasus per Senin ini, konfirmasi baru 77 orang, sembuh 30 orang, dan meninggal dunia nihil.*

Baca juga: Wagub Jatim minta RSUD Soedono Madiun jaga ketersediaan tempat tidur

Baca juga: Lonjakan kasus, RS rujukan COVID-19 di Kabupaten Madiun hampir penuh

Pewarta: Louis Rika Stevani
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar