London (ANTARA News) - Gelandang Australia, Tim Cahill menegaskan dia tidak khawatir, meski mengemban tugas berat di Piala Dunia (PD) 2010 nanti sebagai pemain yang paling berpengaruh di tim dan memimpin rekan-rekannya di ajang PD.

Tidak diragukan lagi, Cahill akan datang ke Afrika Selatan (Afsel) sebagai pemain paling berpengaruh di tim Australia, menggantikan peran Mark Viduka yang sudah pensiun.

Sementara pemain senior lain, Harry Kewell sedang berjuang melawan cedera. Cahill mengaku siap menjadi pemimpin tim Australia.

"Saya menganggapnya sebagai pujian. Saya tidak akan berada disana (bagian dari skuad Australia) bila saya tidak bermain bagus di tingkat domestik dan internasional," katanya.

"Kami tidak memiliki pilihan, Australia membutuhkan pemimpin dan ada banyak pemimpin di tim ini dan bila itu diberikan kepada saya, kemudian saya menerimanya sebagai bentuk tanggung jawab yang pantas kita emban karena kami bermain di beberapa klub terbesar di dunia," kata pemain berusia 30 tahun itu, seperti dikutip dari situs resmi FIFA.

Cahill akan tampil di PD untuk yang kedua kalinya. Cahill mencetak gol saat melawan Jepang di PD 2006 lalu, meski hanya sebagai pemain pengganti. Sejak saat itu publik Australia menaruh harapan besar kepadanya. Cahill pun menyadari hal itu.

"Ada harapan dipundak kami dan tanpa menjadi terlalu percaya diri, anda harus mencoba dan memenuhi impian orang-orang," lanjut pemain yang baru saja memperpanjang kontrak di Everton itu.

Cahill merasa bugar untuk tampil di Afsel. Lebih bugar dari yang dia rasakan pada PD Jerman empat tahun lalu.

"Saya memiliki pengalaman lebih banyak empat tahun dan saya tahu kondisi badan saya. Saya menjalani musim yang konsisten dan saya mencetak gol di tingkat internasional dan domestik lagi sehingga saya datang ke kamp latihan tanpa rasa khawatir," tambah Cahill.
(ENY/A024)

Editor: AA Ariwibowo
Copyright © ANTARA 2010