Kabul (ANTARA News/AFP) - Dua tentara dari Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) pimpinan NATO telah tewas dalam ledakan bom di Afghanistan timur, demikian kata aliansi itu Sabtu.

NATO tidak mengumumkan kewarganegaraan kedua tentara itu, tapi insiden tersebut telah membuat jumlah tentara asing yang tewas dalam perang di Afghanistan sejauh ini tahun ini menjadi 551 orang -- paling mematikan menurut catatan.

"Dua anggota pasukan ISAF itu tewas menyusul serangan bom rakitan (IED) di Afghanistan timur kemarin," menurut pernyataan NATO.

Bom buatan sendiri penyebab sebagian besar korban di antara tentara asing dan Afghanistan yang memerangi Taliban.

Pada Jumat, bom di tepi jalan menghantam sebuah kendaraan di distrik Shah Wali Kot di provinsi Kandahar di Afghanistan selatan, menewaskan dua warga sipil dan melukai empat orang yang lain, kata seorang pejabat.

Secara terpisah enam gerilyawan tewas Jumat dalam operasi bersama Afghanistan dan NATO di distrik Zahri di Kandahar.

Di provinsi Uruzgan yang berdekatan, lima gerilyawan tewas dalam serangan udara semalam, tambah kepala polisi provinsi Juma Gul Himat pada AFP.

AS dan sekutu NATO telah meningkatkan jumlah tentara asing yang memerangi pejuang Taliban selama sembilan tahun di Afghanistan menjadi lebih dari 152.000 personil.

Pasukan pimpinan AS telah meningkatkan serangan terhadap gerilyawan sejak musim semi sebagai bagian dari strategi baru yang dimaksudkan untuk mengurangi kehadiran militer itu tahun depan.(*)

(Uu.S008/R009)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2010