Banda Aceh (ANTARA News) - Wakil gubernur (Wagub) Aceh Muhammad Nazar mengimbau para bupati/wali kota di daerah rawan bencana di provinsi itu agar lebih sensitif, dan tidak meninggalkan daerahnya jika tidak mendesak.

"Saya mengimbau agar para pejabat, khususnya pimpinan daerah (bupati/wali kota) yang wilayahnya rawan bencana seperti banjir dan tanah longsor agar tidak meninggalkan daerahnya dan sensitif terhada situasi," katanya di Banda Aceh, Senin dini hari.

Hal itu disampaikan Wagub Muhammad Nazar usai menutup Muktamar VII Pengurus Besar Dayah Inshafuddin Aceh.

Muhammad Nazar menyatakan rasa sensitif terhadap bencana diperlukan para bupati/wali kota di daerah rawan, karena hingga beberapa bulan kedepan wilayah Aceh memasuki musim penghujan.

"Saya tidak menginginkan saat daerah dilanda banjir dan tanah longsor maka bupati/wali kotanya berada di luar. Sementara masyarakat membutuhkan tindakan cepat mengatasi masalah," kata dia menambahkan.

Saat ini, jelas dia, beberapa gampong (desa) di pesisir barat dan selatan Aceh seperti Nagan Raya dan Aceh Selatan sedang dilanda banjir bandang akibat tingginya intensitas hujan.

Terkait banjir bandang dan tanah longsor di Aceh Selatan, Wagub menyatakan Pemerintah Aceh telah mengirim bantuan guna mengatasi situasi darurat, seperti logistik dan tenda serta relawan.

"Saya sudah mendapat laporan bahwa Badan Penanggulangan Bencana Aceh (PBPA) telah mengirim kebutuhan darurat bagi korban bencana banjir di Aceh Selatan," kata dia.

Selain itu, ia juga minta Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk menginformasikan secara rutin kepada masyarakat terkait dengan prakiraan cuaca, sehingga warga memiliki kesiapan dalam menghadapi jika terjadi bencana alam. (A042/K004)

Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2010